Tutorial Menulis Script Youtube

Bikin konten di YouTube tuh bukan asal bisa syuting dan editing video aja. Ada tahap prproduksi yang sama pentingnya yaitu menulis script YouTube. Script yang ditulis dengan apik bisa bikin kualitas video kamu jadi meningkat, loh. Jadi, gimana cara menulisnya? Aku akan menjelaskannya di postingan kali ini! 

Apa Saja Yang Perlu Disiapkan? 

Sebelum mulai menulis script YouTube, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan terlebih dahulu untuk memastikan konten yang kamu buat menarik, relevan dan informatif. 

Apa saja itu?

  1. Google Trends – Tool ini sangat berguna untuk mengetahui topik apa yang sedang tren. Dengan memilih topik yang sedang populer, video kamu memiliki peluang lebih besar untuk dilihat oleh banyak orang.
  2. Bing & Copilot – Gunakan Bing untuk riset mendalam tentang topik yang kamu pilih. Copilot bisa membantu menyederhanakan proses riset dan ngasih kamu pengetahuan tambahan yang mungkin kamu lewatkan.
  3. Google Docs atau Software Pengolah Kata Lainnya – Siapkan tempat untuk menulis script-mu. Google Docs adalah pilihan yang baik karena memungkinkan kamu untuk mengakses dokumen dari mana saja dan berkolaborasi dengan mudah jika kamu bekerja dengan tim.
  4. Struktur Script Video yang Baik – Kamu harus paham dulu struktur script video yang efektif, yang meliputi hook, perkenalan channel dan CTA, konten utama, dan penutup. Cek infografis di bawah ini, kalau kamu belum tahu! 
Infografis Struktur Script YouTube
Infografis Struktur Script YouTube

Nah, sekarang kamu sudah satu langkah lebih maju dalam usaha menciptakan script YouTube yang menarik audiens.

Cara Menulis Script YouTube

Ini langkah-langkah buat menulis script YouTube lengkap dengan contoh script konten dan studi kasusnya! 

1. Tentukan Tujuan Video

Langkah pertama yang harus kamu lakukan sebelum menulis script adalah menentukan tujuan utama dari video yang akan kamu buat. 

Apakah tujuannya untuk memberi informasi tentang suatu topik? Atau mungkin untuk menghibur mereka dengan konten yang menyenangkan dan ringan? Atau, apakah kamu ingin mengajak audiens untuk melakukan sesuatu, seperti mendaftar kursus, membeli produk, atau berpartisipasi dalam suatu kegiatan? 

Punya tujuan yang jelas bakal bikin kamu fokus saat menulis scriptnya. Karena, kamu jadi tahu gambaran besar dan arah dari tulisan yang kamu buat. Lebih dari itu, kamu juga bisa menyesuaikan cara penyampaian informasi dengan tujuanmu. 

Ini beberapa contoh penulisan konten script yang disesuaikan sama tujuannya!

Tujuan VideoContoh Konten
Memberi InformasiVideo tutorial “Cara Membuat Website dengan WordPress dalam 10 Menit”
MenghiburVideo komedi “Hari yang Lucu di Kantor”
Mengajak (Call to Action)Video review produk dengan ajakan “Cek link di deskripsi untuk membeli!”
MengedukasiVideo edukasi “Sejarah Singkat Peradaban Maya”
InspirasiVideo motivasi “Kisah Inspiratif dari Atlet Paralimpiade”

2. Identifikasi Audiens Target

Setelah menentukan tujuan video, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi siapa audiens targetmu. Jangan sampai kamu melewatkan langkah ini karena pemahaman tentang audiens akan mempengaruhi pilihan bahasa, tone, dan jenis konten yang kamu sajikan. 

BACA JUGA:   Hindari 5 Hal ini Saat Bikin Sinopsis untuk Menulis Novel

Misalnya, jika target audiensmu adalah remaja, kamu mungkin akan menggunakan bahasa yang lebih santai dan topik yang sedang tren di kalangan muda. Sebaliknya, untuk audiens profesional atau bisnis, bahasa yang lebih formal dan konten yang informatif mungkin lebih tepat. 

Di sini, aku akan kasih beberapa contoh penyesuaian gaya bahasa yang bisa kamu lakukan untuk setiap target audiens. 

Target AudiensGaya BahasaContoh Penyesuaian
RemajaSantai, humorisMenggunakan istilah populer, memasukkan meme atau referensi budaya pop terkini.
Profesional/BisnisFormal, informatifMenggunakan terminologi industri, menyajikan data atau penelitian, menjelaskan poin dengan jelas.
Anak-anakCeria, sederhanaMenggunakan visual yang cerah, bahasa yang mudah dimengerti, interaksi seperti ajakan bernyanyi.
Orang tuaRespectful, jelasMenghindari jargon, menyediakan instruksi langkah demi langkah, menggunakan contoh yang relevan.
Penggemar TeknologiTeknis, detailMenyertakan spesifikasi teknis, membahas perkembangan terbaru di bidang teknologi.
WisatawanInspiratif, deskriptifMenampilkan gambar atau video lokasi yang menarik, memberikan tips perjalanan yang bermanfaat.

Dengan mengenal audiensmu dengan baik, kamu bisa menciptakan video yang tidak hanya menarik tetapi juga resonan dan bermanfaat bagi mereka.

3. Brainstorming Ide dan Riset

Kalau kamu menulis untuk channel-mu sendiri, maka langkah ketiga ini harus dilakukan sendiri. Namun, kalau kamu menulis script untuk klien, biasanya klien sudah menyiapkan ide dan topik. Jadi, kamu tidak perlu melakukan ini. 

Langkah ketiga dalam menulis script YouTube adalah melakukan brainstorming untuk mengumpulkan ide serta riset mendalam mengenai topik yang akan kamu bahas. Proses ini berguna untuk memastikan bahwa informasi yang kamu sampaikan beneran menarik dan relevan. 

Kamu bisa pakai Google Trends untuk melihat apa yang sedang tren, caranya: 

Screenshot dari Google Trend
Screenshot dari Google Trend
  1. Buka website Google Trends – trends.google.com.
  2. Di kotak pencarian, masukkan kata kunci yang berkaitan dengan topik video yang ingin kamu buat. Misalnya, jika kamu ingin membuat konten tentang “olahraga,” masukkan kata tersebut.
  3. Atur lokasi geografis untuk risetmu, pilih “Indonesia,” jika kamu ingin mengetahui tren di area tersebut.
  4. Lihat grafik tren untuk melihat apakah topik tersebut memiliki kecenderungan meningkat, stabil, atau menurun. Pilih rentang waktu yang relevan (misalnya, dalam 12 bulan terakhir) untuk melihat bagaimana tren topik tersebut berubah-ubah.
  5. Perhatikan data subregion untuk mengetahui di mana topik tersebut paling populer di Indonesia. 
  6. Cek “related queries” atau query terkait untuk mendapatkan ide tambahan yang bisa dikembangkan menjadi konten.

Nah, berdasarkan data yang sudah kamu dapatkan, coba evaluasi mana yang paling sesuai dan menarik untuk audiens targetmu. 

PERHATIKAN! Jangan hanya pilih topik yang populer, ya! Pastikan topiknya juga memberi value bagi penonton.

4. Menulis Hook

Nah, sekarang, kita mulai masuk ke tahap penulisan. Langkah keempat dalam menulis script YouTube adalah menciptakan hook yang kuat. 

Hook adalah kalimat pembuka yang sangat krusial karena tugasnya adalah memikat perhatian penonton dalam beberapa detik pertama video. Hook harus menarik, relevan, dan cukup kuat untuk membuat penonton ingin terus menonton. 

BACA JUGA:   3 Cara Mudah Menemukan Tema Cerita Bagi Penulis

Ini beberapa tips untuk menulis hook yang efektif:

  1. Mulai dengan pertanyaan yang menarik atau yang langsung mengundang penonton untuk berpikir. Misalnya, “Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana sih rasanya terbang?”
  2. Sampaikan fakta yang mengejutkan untuk membangkitkan rasa penasaran audiens. Contoh, “Tahukah kamu bahwa lebih dari 60% orang dewasa merasa takut berbicara di depan umum?”
  3. Berikan statistik yang relevan dengan topik videomu. Sebagai contoh, “Setiap tahunnya, lebih dari satu juta plastik dibuang ke laut.”
  4. Buat klaim atau pernyataan berani yang bisa memprovokasi reaksi atau emosi. Contoh, “Ini mungkin menjadi solusi paling efektif untuk mengatasi insomnia yang belum pernah kamu coba sebelumnya!”
  5. Mulai dengan cerita pengalaman pribadi yang dapat langsung menarik simpati atau minat penonton.

Hook yang sukses adalah hook yang bikin penonton terus nonton sampai akhir video. Jadi, pastikan hook tersebut relevan dengan konten video agar penonton tidak merasa dibohongi.

Dari sini, mari kita buat contoh script video YouTube sesuai struktur yang baik, ya. Aku akan mulai membuat script dengan topik “10 tips menulis yang efektif untuk pemula” 


Contoh Hook Script “10 Tips Menulis yang Efektif untuk Pemula” 

Apakah kamu sering merasa kesulitan untuk memulai menulis? Atau mungkin kamu merasa tulisanmu tidak pernah ‘sempurna’? Jangan khawatir, karena hari ini aku akan berbagi 10 tips menulis yang pasti bisa bikin skill menulis kamu langsung meroket!


5. Menulis Perkenalan Channel dan Call to Action (CTA):

Setelah menarik perhatian audiens dengan hook, langkah berikutnya adalah memperkenalkan channel kamu dan memberikan Call to Action (CTA). 

Ini adalah momen untuk ngasih tahu penonton tentang siapa kamu dan channel-mu ini bakal bahas apa aja. Selain itu, kamu juga bisa mengarahkan audiens untuk subscribe channel kamu di bagian ini. 

Meski penting, tidak semua channel itu pakai bagian perkenalan ini. Tapi, kalau kamu mau pakai ini beberapa cara buat menuliskannya! 

  1. Kenalin channel-mu secara singkat saja. Misalnya, “Hai, selamat datang di [Nama Channel], tempat kamu menemukan tips dan trik menarik tentang [topik channel]”
  2. Tambahkan CTA seperti: “Jangan lupa klik subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi biar nggak ketinggalan video berikutnya”
  3. CTA bukan cuma mengarahkan audiens buat subscribe. Kamu juga bisa pakai opsi lain seperti: “Untuk informasi lebih lanjut, cek link di deskripsi video ini!”

Contoh Perkenalan dan CTA Script “10 Tips Menulis yang Efektif untuk Pemula” 

Halo, teman-teman! Selamat datang kembali di channel [Nama Channel]. Jika kamu baru di sini, jangan lupa untuk subscribe dan nyalain notifikasi agar tidak ketinggalan tips bermanfaat lainnya.


6. Membuat Kerangka Konten Utama

Setelah menentukan tujuan video dan audiens target, langkah selanjutnya adalah membuat kerangka konten utama. Kerangka ini akan membantu kamu menyusun informasi atau cerita dalam video agar tersaji secara logis dan menarik.


Contoh Kerangka Konten Script “10 Tips Menulis yang Efektif untuk Pemula”

  • Tip 1: Mulai dengan Draft Kasar
  • Tip 2: Baca dan Riset Terus
  • Tip 3: Tetapkan Rutinitas Menulis
  • Tip 4: Istirahat Cukup
  • Tip 5: Gunakan Teknologi
  • Tip 6: Tulis seperti Berbicara
  • Tip 7: Jangan Takut Mengedit
  • Tip 8: Dapatkan Feedback
  • Tip 9: Jaga Kesehatan
  • Tip 10: Nikmati Prosesnya
BACA JUGA:   4 Jenis Sudut Pandang atau POV dalam Penulisan Cerita

PERHATIKAN! Saat menyusun kerangka tentukan format kontenmu. Jika kamu membuat listicle, tentukan poin-poin utamanya seperti contoh di atas. Sedangkan, untuk konten naratif, kamu harus merancang alur cerita dari awal hingga akhir.

Selain itu, kerangka harus memudahkan penonton untuk mengikuti alur cerita atau informasi. Jadi, periksa koneksi antar sub poin biar penontonmu tetap bertahan sampai akhir. 

7. Menulis Detail Konten Utama

Setelah kamu memiliki kerangka yang jelas, langkah selanjutnya adalah mengembangkan setiap poin menjadi paragraf lengkap yang informatif dan menarik. 

Mulai dengan memperluas setiap poin dari kerangka menjadi paragraf yang detail. Misalnya, untuk tip tentang “Mulai dengan Draft Kasar”, kamu bisa menambahkan:

“Banyak penulis pemula terjebak dalam perangkap kesempurnaan. Padahal, draft pertama itu tidak harus sempurna. Fokuslah menumpahkan ide-ide mu ke halaman sebanyak mungkin. Perbaikan bisa dilakukan nanti saat mengedit. “

Untuk mendukung tulisanmu, gunakan data dan statistik yang relevan. Misalnya, untuk tip “Tetapkan Rutinitas Menulis”:

“Studi menunjukkan bahwa menulis secara teratur, bahkan hanya 30 menit setiap hari, dapat meningkatkan kemampuan menulis dan membantu menjaga kejelasan mental.”

Selanjutnya, kamu juga bisa kasih contoh konkret untuk mengilustrasikan poinmu. Contohnya, untuk tip “Gunakan Teknologi”, kamu bisa menambahkan:

“Sebagai contoh, penulis terkenal John Doe menggunakan aplikasi ‘Grammarly’ untuk membantunya mengecek kesalahan gramatikal dan sintaks dalam tulisannya. Inilah yang mempercepat proses editing dan meningkatkan kualitas tulisannya secara signifikan.”

Nah, kalau kamu butuh riset tambahan, aku sarankan untuk menggunakan Bing Search dan Copilot. Hindari Google karena hasil pencarian Google saat ini kurang berkualitas, kamu nggak akan dapat info mendalam dari situ. 

8. Menulis Penutup

Penutupan yang efektif akan membantu kamu memberikan kesan ke audiens. Jadi apa aja ya isi penutup? 

Pertama, kamu bisa merangkum poin-poin utama yang telah kamu sampaikan sepanjang video. Contohnya, “Hari ini, kita telah membahas sepuluh tips menulis efektif mulai dari pentingnya membuat draft kasar hingga menjaga kesehatan fisik dan mental untuk mendukung proses kreatifmu.”

Selanjutnya, tambahkan CTA kedua untuk mendorong interaksi dari penonton. Contoh CTA bisa seperti, “Dari semua tips yang kita bahas, mana yang akan kamu coba terapkan pertama kali? Tulis jawabanmu di komentar di bawah ini!”

Kamu juga bisa mendorong penonton untuk berbagi video dengan mengatakan, “Ayo bagikan video ini dan bantu lebih banyak orang untuk menjadi penulis yang lebih baik!”

Akhiri dengan ucapan terima kasih kepada penonton yang telah menyaksikan video: “Terima kasih sudah menonton, dan sampai jumpa di video selanjutnya!”

9. Review dan Edit Script

Setelah menulis draft awal script, proses review dan edit adalah langkah selanjutnya untuk memastikan bahwa script yang kamu buat udah beneran bagus. 

Luangkan waktu untuk membaca kembali scriptmu dengan saksama. Periksa apakah ada informasi yang salah atau typo. 

Cari bagian yang mungkin terasa kurang jelas atau bertele-tele. Kemudian, cek apakah setiap kalimat dan paragraf sudah ngasih value bagi penonton. Jika tidak, hapus aja. Karena yang terpenting adalah memastikan setiap ide disampaikan dengan cara yang jelas.

Terakhir, lakukan uji coba dengan membaca scriptmu keras-keras. Ini bisa membantu kamu mendeteksi bagian-bagian yang masih belum sempurna di tahap akhir pengeditan. 

Contoh Script YouTube

Aku cukup sering menulis script YouTube untuk klien. Ini salah satu contoh script yang sudah jadi video di Youtube. 

Contoh Script dari video YouTube di atas bisa kamu baca di sini

Pesan untuk Penulis

Meski terkesan rumit, menulis script YouTube itu sangat menyenangkan. Karena, yang perlu kamu lakukan hanyalah menulis layaknya sedang berbicara. Komunikatif adalah karakteristik terpenting untuk sebuah script YouTube yang berhasil. 

Nah, itu dia cara menulis script YouTube dari aku. Semoga bermanfaat buat kalian yang mau membangun channel sendiri atau lagi ngerjain pesanan klien. 

By Tika Widya

Tika Widya C.DMP adalah seorang penulis yang sudah menekuni industri kreatif secara profesional sejak tahun 2018. Ia telah menjadi content writer, copywriter dan creative writer pada lebih dari 914+ proyek penulisan skala nasional dan internasional. Pada tahun 2024, ia berhasil menjadi satu-satunya penulis Indonesia yang masuk daftar Emerging Writer Australia-Asia. Kini, Tika Widya mengajar menulis lewat Tikawidya.com, Tempo Institute dan Kelas Bersama. Ia juga membentuk Komunitas Belajar Nulis yang aktif mengawal 1800+ penulis dari seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan menyemarakkan industri literasi nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *