Menulis dengan Snowflake Method: Pengertian, Langkah, dan Contohnya
Writingpedia

Menulis dengan Snowflake Method: Pengertian, Langkah, dan Contohnya

Ada banyak cara untuk mulai menulis cerita. Kalian bisa memilih dari puluhan metode yang tersedia termasuk menulis dengan snowflake method.

Snowflake method adalah metode menulis yang berawal dari penulisan premis-premis sederhana.

Nah, kalian bisa baca artikel ini lebih lanjut untuk mencari tahu pengertian, manfaat, langkah-langkah, serta tips snowflake method yang bisa langsung kamu simak.

Pengertian Snowflake Method

Pertama-tama, yuk kita kenalan dulu dengan yang namanya snowflake method. Apa sih snowflake method itu? Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya,

Snowflake method atau metode kepingan salju merupakan sebuah metode menulis yang berawal dari penulisan premis-premis sederhana. 

Metode ini pertama kali dicetuskan oleh Randy Ingermanson, seorang fisikawan komputasi. Oleh karena itu, tidak heran bahwa metode kepingan salju ini sangat sistematis.

Pada dasarnya, metode kepingan salju menuntut penulis untuk membuat sebuah premis sederhana sebelum menulis cerita. Premis sederhana ini kemudian harus kamu kembangkan menjadi sebuah cerita yang utuh melalui beberapa langkah sistematis.

Pada metode ini, kerangka cerita akan berbentuk kepingan salju. Berawal dengan premis awal yang berisi inti cerita dan pengembangan cerita, beserta tokoh dan adegan, yang menyebar ke ujung kepingan salju.

BACA JUGA:   3 Contoh Penulisan Daftar Pustaka Yang Benar Sesuai Format

Manfaat Snowflake Method

Lalu, apa sih manfaat snowflake method? Serta apa keunggulannya dari metode penulisan yang lain? Snowflake method akan sangat memudahkan penulis dalam membuat cerita. Terutama bagi penulis yang bingung harus memulai proses penulisan dari mana.

Pada metode ini, proses penulisan akan berjalan dengan sangat terstruktur. Mulai dari satu kalimat sederhana menjadi satu cerita utuh. Penerapan snowflake method juga akan menghindari salah satu masalah yang sering penulis hadapi. Yaitu draft awal yang terabaikan.

Setelah menyelesaikan draft awal, tidak jarang penulis merasa bingung untuk mengembangkan cerita. Nah, dengan metode ini, penulis akan fokus menentukan detail-detail cerita terlebih dahulu sebelum mengembangkannya. Jadi, proses penulisan pun akan berjalan semakin lancar.

Langkah Penerapan Snowflake Method

Langkah Penerapan Snowflake Method

Setelah mengetahui manfaat dari snowflake method yang cukup banyak ini, kamu pastinya menjadi lebih tertarik untuk mencobanya bukan? Nah, berikut ini beberapa langkah snowflake method yang dapat kamu ikuti.

Menulis ringkasan cerita pada satu kalimat

Langkah pertama pada snowflake method adalah meringkas isi cerita ke dalam satu kalimat. Premis inilah yang akan kamu gunakan ketika menjawab pertanyaan “cerita ini tentang apa?” Jadi, usahakan panjang kalimat ringkasan cerita awal tidak lebih dari 15 kata.

Kalimat ini berisi gambaran besar mengenai ceritamu. Jadi, pada langkah ini, detail-detail pada cerita dapat kamu kesampingkan terlebih dahulu. Beberapa contohnya yaitu seperti berikut.

– Kisah kancil yang menipu buaya untuk membantunya menyeberangi sungai.
– Seorang anak yang dikutuk menjadi batu karena durhaka kepada ibunya.

Menulis ringkasan cerita pada satu paragraf yang berisi lima kalimat

Langkah kedua yaitu mengembangkan satu kalimat tersebut menjadi satu paragraf yang berisi lima kalimat. 

Nah, pada langkah ini kamu dapat mulai menjelaskan alur keseluruhan cerita, mulai dari awal, klimaks, dan akhir, serta tokoh-tokoh utama secara singkat.

Menulis informasi mengenai setiap tokoh dalam cerita

Selanjutnya, tulis informasi-informasi penting dari setiap tokoh dalam cerita. Informasi ini dapat berupa: 

  • nama tokoh 
  • peran tokoh 
  • tujuan tokoh
  • motivasi tokoh 
  • konflik tokoh 
  • pelajaran yang akan tokoh dapatkan

Penulisan informasi-informasi di atas bertujuan untuk memudahkanmu dalam pengembangan tokoh dan menghubungkannya dengan tokoh lain.

Membuat profil setiap tokoh

Setelah menulis informasi penting dari setiap tokoh, langkah selanjutnya yaitu kamu perlu membuat profil tokoh. 

Profil tokoh atau biodata tokoh ini meliputi informasi detail seputar tokoh. Mulai dari detail dasar tokoh, meliputi:

  • nama tokoh
  • usia tokoh
  • tempat dan tanggal lahir tokoh
  • pendidikan tokoh
  • pekerjaan tokoh
  • sifat tokoh

Hingga ke pada detail penampilan tokoh, meliputi:

  • warna dan panjang rambut tokoh
  • warna kulit tokoh
  • proporsi tubuh tokoh
  • gaya bicara tokoh
  • postur tubuh tokoh, dan sebagainya.

Untuk memudahkanmu dalam melakukan langkah ini, kamu dapat mengisi template profil tokoh di sini.

Menulis sinopsis setiap tokoh

Kemudian, tulislah sinopsis dari setiap tokoh. Sinopsis tokoh ini berisi kisah atau perjalanan hidup tokoh.

Pada sinopsis, kamu juga bisa menjelaskan mengenai latar belakang dari tujuan tokoh. Hal ini akan membuat ceritamu semakin jelas dan terstruktur.

Menulis sinopsis sepanjang empat halaman

Sebelumnya kamu telah mengembangkan ringkasan cerita dari satu kalimat menjadi satu paragraf. Pada langkah ini, kamu akan melakukan hal yang sama.

Kembangkan paragraf dengan lima kalimat yang telah kamu buat menjadi sinopsis sepanjang empat halaman. Pada sinopsis ini, kamu dapat menjelaskan secara detail mengenai plot cerita dan hubungan antara tokoh.

Menentukan dan mendeskripsikan setiap adegan dalam cerita

Langkah terakhir dalam snowflake method yaitu membuat daftar setiap adegan pada cerita dan mendeskripsikannya secara detail. Kamu dapat mem-break down setiap adegan ke dalam beberapa poin.

Poin-poin yang perlu ada yaitu hal apa yang terjadi, tokoh-tokoh yang ada, dan latar adegan.

Deskripsi singkat setiap adegan ini akan memudahkanmu dalam mengembangkan cerita. Hal ini juga bisa menjadi panduan agar proses penulisan semakin terarah.

Tips Menerapkan Snowflake Method

Dan yang terakhir, bagi kamu yang ingin mencoba snowflake method, terdapat beberapa tips penting yang harus kamu perhatikan. Di antaranya yaitu:

Jangan terlalu fokus pada bagian analisis detail tokoh

Banyak penulis yang sangat fokus kepada analisis detail tokoh, sehingga bagian ini membutuhkan waktu yang lama dan lupa bahwa cerita mereka tidak seputar hal ini saja. 

Fokuslah hanya pada beberapa detail yang memang kamu perlukan dalam cerita. Detail yang berlebihan hanya akan membuang waktumu, karena nantinya tidak akan terpakai semua.

Melakukan pengecekan kembali dan pengeditan cerita

Dalam penulisan cerita, kamu dapat beberapa kali melakukan pengecekan untuk memastikan kesesuaian cerita. Kamu juga dianjurkan untuk merevisi beberapa bagian yang kamu rasa belum cocok,

Jangan terpaku untuk menyempurnakan suatu bagian

Penulis seringkali memakan waktu yang lama untuk menyempurnakan suatu bagian. Contohnya seperti pada poin pertama. Hal ini tentu saja membuat proses penulisan menjadi terhambat. Kamu tidak perlu melakukan langkah pada snowflake method dengan sempurna, karena nantinya langkah ini hanya akan menjadi batu loncatan saja dan dapat kamu perbaiki lagi.

Akhir Kata

Nah, itu dia pengertian, manfaat, langkah-langkah, serta tips menulis dengan snowflake method yang harus kamu ketahui. Kamu juga perlu memperhatikan bahwa tidak semua writer harus menulis dengan snowflake method ini. Oleh karena itu, kamu bisa mencobanya terlebih dahulu untuk memastikan apakah metode ini cocok atau tidak dengan gaya penulisanmu.

Sejak 2018, Tika Widya sudah menjadi pejuang kata-kata dengan membuka layanan penulisan, membangun komunitas penulis, meraih prestasi nasional - internasional dan mendapatkan sertifikasi profesi dari BNSP. Kini, ia memiliki kelas penulisan sendiri sekaligus mengajar di Tempo Institute. Tika Widya selalu siap menjadi sahabat menulis favorit yang mendampingi siapapun untuk mengejar mimpi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *