5 Cara Edit Buku Sendiri Dengan Mudah5 Cara Edit Buku Sendiri Dengan Mudah

Setelah menulis buku, kamu harus melewati proses editing sebelum masuk penerbitan. Bagi penulis, proses editing merupakan hal yang sudah tidak asing lagi. Bagaimana cara edit buku sendiri?

Nah, untuk kamu yang lebih memilih untuk mengedit buku sendiri daripada menyewa jasa editor, berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

1. Memahami Prinsip Editing

Hal pertama yang harus kamu pahami sebelum mulai melakukan edit buku yaitu memahami proses editing. 

Berbeda dengan proses penulisan yang merupakan tahap penciptaan, pada editing buku ini kamu akan lebih menganalisis masalah-masalah yang ada dalam bukumu.

Editing buku adalah proses bertahap. Oleh karena itu, kamu harus menerapkan prinsip bahwa semua masalah tidak dapat kamu selesaikan secara bersamaan. 

Masalah-masalah yang kamu temukan dalam bukumu ini akan kamu selesaikan secara satu per satu selama proses editing berjalan. Jadi, jangan khawatir jika kamu membutuhkan waktu lama untuk mengedit buku.

2. Memperbaiki Masalah Besar

Mulailah proses editing buku dengan menemukan dan memperbaiki masalah yang lebih besar. Masalah yang besar ini meliputi masalah pada plot, struktur cerita, dan tokoh.

Buku yang baik harus memiliki plot yang mengalir secara natural, struktur buku yang kuat, serta pengembangan tokoh yang relatable.

Untuk memperbaiki masalah plot, kamu harus memastikan bahwa alur cerita sudah terhubung dengan logis dan tidak terdapat plot holes atau kesalahan alur.

Kemudian, untuk membuat struktur buku yang kuat, kamu dapat memilih dan menerapkan model struktur yang cocok dengan ceritamu. Namun, kamu harus tetap memastikan struktur bukumu memiliki beberapa poin berikut.

  • orientasi
  • komplikasi
  • klimaks
  • resolusi
BACA JUGA:   Copy Editing dan Proofreading: Apa Pengertiannya?

Dan untuk menyempurnakan tokoh-tokoh, kamu bisa membuat informasi yang memuat tujuan, motivasi, serta kondisi akhir seorang tokoh. Hal ini akan memudahkanmu dalam mengembangkan tokoh tersebut.

3. Membaca Kembali Cerita

Setelah memperbaiki beberapa masalah besar pada buku, kamu dapat membaca kembali ceritamu. Dalam proses pembacaan kembali ini, kamu dapat berfokus kepada pengembangan konflik dan pemunculan tema.

Pengembangan konflik harus berjalan dengan rapi. Atau dengan kata lain, konflik harus bertambah dengan stabil hingga menuju klimaks.

Selain pengembangan konflik, tema yang telah kamu tentukan pada awal penulisan juga harus muncul pada buku. Tema ini dapat kamu sertakan pada konflik dan tujuan tokoh.

Fokus Pada Setiap Scene

Selanjutnya, kamu dapat memulai mengedit adegan per adegan. Hal ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang lebih detail. Kamu harus memperhatikan agar setiap adegan terhubung dengan adegan lainnya. 

Dialog pada setiap adegan juga merupakan hal penting yang tidak boleh kamu abaikan. Dialog yang baik adalah dialog yang tidak bertele-tele. Kamu dapat menerapkan aturan-aturan penulisan dialog agar dialog dapat dipahami dengan baik.

Memperbaiki Masalah Kecil

Tahap terakhir pada pengeditan buku, yaitu memperbaiki masalah kecil yang ada pada setiap kalimat. Hal ini meliputi kalimat pasif, kepadatan kalimat, dan penggunaan kata kerja yang kuat.

Pada buku, kalimat aktif lebih baik digunakan daripada kalimat pasif. Hal ini karena dapat menunjukkan kesan yang langsung dan jelas. Oleh karena itu, pastikan ceritamu memiliki lebih banyak kalimat aktif daripada kalimat pasif.

Kemudian, kalimat yang padat dapat meningkatkan keefektifan kalimat. Hindari penggunaan kata yang kurang penting untuk membuat kalimat pada bukumu semakin efektif.

Dan yang terakhir, pastikan setiap kalimat menggunakan kata kerja yang jelas. Dengan menggunakan kata kerja yang jelas, kamu tidak perlu lagi menambahkan kata keterangan. Contohnya seperti:

BACA JUGA:   Cara Mengedit Cerita secara Mandiri [Self-Editing]

Dia berbicara dengan dengan sangat keras kepadanya.

Menjadi:

Dia berteriak kepadanya.Itu dia beberapa cara edit buku sendiri yang bisa kamu terapkan. Selain melakukan cara di atas, jangan lupa untuk tetap memperhatikan PUEBI dan EYD ya, teman-teman!

By Tika Widya

Tika Widya C.DMP adalah seorang penulis yang sudah menekuni industri kreatif secara profesional sejak tahun 2018. Ia telah menjadi content writer, copywriter dan creative writer pada lebih dari 914+ proyek penulisan skala nasional dan internasional. Pada tahun 2024, ia berhasil menjadi satu-satunya penulis Indonesia yang masuk daftar Emerging Writer Australia-Asia. Kini, Tika Widya mengajar menulis lewat Tikawidya.com, Tempo Institute dan Kelas Bersama. Ia juga membentuk Komunitas Belajar Nulis yang aktif mengawal 1800+ penulis dari seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan menyemarakkan industri literasi nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *