Pindah ke Jakarta untuk pekerjaan baru memang menyenangkan, tetapi kamu juga harus memikirkan tempat tinggal.
Pekerja pendatang baru cenderung memilih dengan harga sewa paling murah. Padahal, ini belum tentu ideal. Apartemen yang kamu pilih harusnya sudah sesuai dengan budget, lokasi kantor, waktu perjalanan, keamanan, dan kebutuhan sehari-hari.
Jangan terjebak harga murah, tetapi setiap hari harus menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan.
Agar tidak salah pilih, berikut 10 tips mencari apartemen di Jakarta yang bisa langsung kamu praktikkan.
1. Tentukan Budget Maksimal
Sebelum membuka aplikasi atau menghubungi agen, tentukan dulu berapa budget maksimal untuk tempat tinggal setiap bulan.
Jangan hanya menghitung harga sewa. Masukkan juga biaya lain seperti:
- listrik
- air
- internet
- IPL atau service charge jika dibebankan kepada penyewa
- parkir
- laundry
- transportasi
- biaya pindahan dan deposit
Misalnya, apartemen dengan harga sewa Rp3 juta ternyata membutuhkan Rp700 ribu untuk transportasi dan tagihan lainnya. Sementara, apartemen Rp3,5 juta bisa saja hanya membutuhkan Rp300 ribu untuk transportasi.
Jadi, jangan membandingkan harga sewa saja. Bandingkan total biaya hidup bulanan dan buatlah batas maksimal biaya tempat tinggal per bulan sebelum mulai mencari.
2. Jadikan Kantor sebagai Titik Awal Pencarian
Jangan mencari apartemen berdasarkan harganya saja. Kalau mau tinggal di Jakarta, kamu harus mulai memperhitungkan biaya commuting (perjalanan).
Mulailah dari:
kantor → moda transportasi → area tempat tinggal.
Misalnya kamu bekerja di kawasan Sudirman dan nantinya akan pergi ke kantor dengan menggunakan transportasi umum. Carilah apartemen yang memiliki akses mudah menuju MRT, TransJakarta, KRL, atau moda transportasi lain yang sesuai dengan rute tersebut.
Jangan hanya melihat jarak dalam kilometer. Apartemen yang berjarak 5 km dari kantor belum tentu lebih praktis daripada apartemen yang berjarak 10 km tetapi berada di dekat stasiun.
Yang bisa langsung dilakukan: tandai lokasi kantor di peta, lalu cari apartemen yang memiliki rute perjalanan paling sederhana menuju kantor.
3. Hitung Waktu Perjalanan Door-to-Door
Jangan langsung percaya dengan klaim seperti “hanya 5 menit dari stasiun.”
Yang perlu dihitung adalah seluruh perjalanan sejak kamu keluar dari unit sampai tiba di meja kerja.
Misalnya:
kamar → lift → lobby → jalan ke stasiun → menunggu kereta → perjalanan → jalan dari stasiun → kantor.
Semua waktu tersebut harus dihitung.
Apartemen dengan sewa Rp500 ribu lebih mahal tetapi menghemat 45 menit perjalanan setiap hari bisa jadi lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Jika kamu menghemat 45 menit sekali jalan, itu berarti sekitar 1,5 jam per hari atau sekitar 30 jam per bulan untuk 20 hari kerja.
Maka dari itu, gunakan aplikasi peta untuk menghitung waktu perjalanan dari pintu apartemen sampai pintu kantor. Usahakan untuk tidak hanya menghitung jarak antar bangunan.
4. Tes Rute pada Jam Berangkat dan Pulang Kerja
Rute yang terlihat nyaman pada siang hari belum tentu nyaman saat jam sibuk.
Sebelum menyewa, kalau memungkinkan lakukan satu kali simulasi perjalanan pada:
- sekitar pukul 06.30–08.30
- sekitar pukul 17.00–19.00
Perhatikan berapa lama perjalanan sebenarnya, kondisi transportasi umum, kepadatan jalan, waktu menunggu, serta kondisi jalan kaki dari halte atau stasiun menuju apartemen.
Hal ini juga penting untuk mengetahui apakah kamu harus berganti kendaraan berkali-kali.
5. Bandingkan Harga Sewa dengan Biaya Transportasi
Apartemen yang lebih murah belum tentu lebih hemat.
Contohnya:
| Apartemen A | Apartemen B | |
| Sewa | Rp3 juta | Rp3,7 juta |
| Transportasi | Rp1 juta | Rp300 ribu |
| Total | Rp4 juta | Rp4 juta |
Secara total, keduanya sama-sama membutuhkan Rp4 juta. Namun Apartemen B mungkin memberikan waktu perjalanan yang lebih singkat dan tenaga yang lebih sedikit.
Karena itu, biaya transportasi harus dimasukkan ke dalam perhitungan harga tempat tinggal.
6. Gunakan Platform Properti untuk Membuat Shortlist
Kamu tidak perlu mengunjungi puluhan apartemen satu per satu. Coba pakai platform properti untuk mencari apartemen terdekat.
Kamu bisa melakukan penyaringan awal berdasarkan:
- lokasi
- harga
- fasilitas
- tipe unit
- jarak dari stasiun atau halte
- durasi perjalanan ke kantor
Misalnya, kamu bisa menggunakan situs sewa apartemen terbaik Jendela360 untuk mencari dan membandingkan apartemen berdasarkan lokasi dan kebutuhanmu.
Tetapi ingat, platform ini baiknya kamu gunakan untuk membuat shortlist, bukan menggantikan survei langsung.
Idealnya, pilih sekitar 3–5 apartemen yang paling sesuai, kemudian kunjungi beberapa kandidat terbaik.
7. Untuk Pendatang Baru, Pertimbangkan Sewa Jangka Pendek
Kalau kamu belum mengenal Jakarta atau belum yakin dengan lingkungan yang dipilih, jangan buru-buru mengambil kontrak panjang.
Jika tersedia dan harganya masuk akal, pertimbangkan tinggal selama beberapa bulan terlebih dahulu.
Setelah tinggal, kamu baru bisa mengetahui hal-hal yang sulit terlihat ketika survei:
- apakah lingkungan berisik
- apakah air dan listrik stabil
- bagaimana kondisi lift saat jam sibuk
- apakah perjalanan ke kantor melelahkan
- apakah fasilitas benar-benar digunakan
- bagaimana kondisi lingkungan pada malam hari
Setelah yakin cocok, kamu bisa mempertimbangkan memperpanjang masa sewa.
8. Survei Unit pada Siang dan Malam Hari
Foto listing tidak cukup untuk menentukan kondisi apartemen.
Saat survei, periksa langsung:
- tekanan air
- kondisi kamar mandi
- AC
- stopkontak
- lampu
- ventilasi
- sinyal telepon
- suara dari unit sebelah
- kondisi lift
- kebersihan area bersama
Kalau memungkinkan, lihat juga lingkungan sekitar pada malam hari.
Hal ini penting terutama bagi pekerja yang sering pulang malam. Perhatikan penerangan jalan, akses menuju gedung, keamanan pintu masuk, CCTV, dan keberadaan petugas keamanan.
9. Tanyakan Pengalaman Penghuni
Ada informasi yang tidak akan kamu temukan di iklan apartemen.
Saat survei, coba berbicara dengan penghuni atau petugas gedung. Tidak perlu melakukan wawancara panjang. Beberapa pertanyaan sederhana sudah cukup.
Misalnya:
- Di sini sering mati air atau listrik?
- Lift biasanya aman atau sering rusak?
- Kalau ada kerusakan di unit, respons teknisinya cepat?
- Kalau hujan deras, area sekitar aman?
- Apakah malam hari di sini cukup tenang dan aman?
Jawaban mereka bisa membantu kamu menemukan masalah yang tidak terlihat ketika melihat unit.
10. Jangan Transfer Uang Sebelum Memastikan Semuanya Jelas
Ini bagian yang tidak boleh dilewatkan, terutama jika menemukan listing melalui media sosial atau forum online.
Sebelum membayar, pastikan:
- Kamu sudah melihat unit atau setidaknya memverifikasi unit dengan cara yang kredibel.
- Identitas pemilik atau agen jelas.
- Kamu sudah mendapatkan rincian biaya tertulis.
- Durasi sewa tertera jelas dalam kontrak.
- Jumlah deposit jelas.
- Aturan pengembalian deposit tertulis dalam kontrak.
- Kondisi pembatalan sewa dapat dipahami.
- Kontrak sudah dibaca sebelum pembayaran.
Simpan bukti pembayaran dan seluruh komunikasi dengan pemilik atau agen.
Jangan merasa harus buru-buru hanya karena diberi tahu bahwa “ada orang lain yang juga mau ambil.”
Kalau sebuah transaksi terasa terlalu mendesak dan informasinya tidak transparan, lebih baik mundur daripada kehilangan uang.
Jadi, Apartemen seperti Apa yang Cocok?
Untuk pekerja yang baru pindah ke Jakarta, jangan mencari apartemen berdasarkan “yang paling bagus” atau “yang paling murah.”
Gunakan urutan prioritas ini:
1. Waktu perjalanan
2. Total biaya bulanan
3. Keamanan
4. Kondisi unit
5. Akses transportasi
6. Fasilitas
7. Estetika
Apartemen yang tepat adalah apartemen yang mampu kamu bayar tanpa membuat keuangan tertekan dan memungkinkan kamu menjalani rutinitas kerja dengan nyaman.
Karena di Jakarta, waktu dan tenaga yang kamu habiskan untuk perjalanan juga merupakan bagian dari biaya tempat tinggal. (ADV)

Tinggalkan Balasan