9 Cara Menggali Ide Cerita Biar Nggak Monoton

Kalau kamu sudah menulis banyak cerita, ide di kepala tuh terkadang mengering. Dengan kata lain, kamu masih bisa bikin cerita tetapi alurnya terkesan sama-sama saja, alias monoton. Ketika ini terjadi padamu, maka kamu harus cari cara baru untuk menggali ide cerita. 

Nah, ini beberapa aktivitas yang aku lakukan ketika ide cerita mulai garing. Semua trik ini benar-benar membantu aku untuk terus menelurkan ide-ide baru meski lagi menulis cerita kejar tayang yang bikin jenuh. Coba catat dan terapkan ini saat kamu butuh banyak ide cerita. 

1. Baca Lebih Banyak, Baca Cross-Genre

Salah satu cara paling efektif untuk menggali ide cerita yang nggak monoton adalah dengan membaca. Yup, rajin-rajinlah membaca buku, artikel, atau cerpen dari berbagai genre dan penulis. Ini bisa membuka wawasanmu dan jadi sumber inspirasi yang nggak terduga.

Nah, sedikit tips membaca untuk penulis, coba deh baca cross-genre

Misalnya, kamu lagi nulis cerita romance, maka bacalah buku yang bergenre thriller atau sci-fi. Dari situ, kamu bisa dapat ide-ide kombinasi yang unik dan beda dari yang lainnya. 

Contohnya begini: Gimana jadinya kalau cerita cinta dipadukan dengan misteri alien atau intrik politik di masa depan? Pasti menarik, kan?

Jadi, jangan takut untuk keluar dari zona nyamanmu dalam membaca. Kombinasi ide dari genre yang berbeda bisa menghasilkan ide cerita yang segar dan memikat pembaca.

2. Tonton Film atau Serial

Selain membaca, menonton film atau serial juga bisa jadi cara jitu untuk mendapatkan inspirasi cerita baru. Visual storytelling itu bisa memberikan perspektif yang berbeda, yang mungkin tidak kamu temukan dalam tulisan.

Film dan serial biasanya menghadirkan adegan yang dinamis dan penuh aksi. Jadi, kamu bisa dapat gambaran langsung dari sebuah adegan dalam cerita. Nah, inilah yang akhirnya bisa memicu ide-ide baru dan memberimu inspirasi tentang cara mengemas ceritamu agar lebih hidup dan menarik.

Apalagi, dengan adanya berbagai genre film dan serial yang bisa diakses, kamu punya kesempatan untuk melihat dan belajar dari berbagai teknik penceritaan. Mulai dari thriller yang mendebarkan sampai drama yang menyentuh, semua bisa memberikanmu pelajaran tentang gimana caranya membangun karakter, meningkatkan ketegangan, atau bahkan mengatur pacing cerita.

Ini beberapa trik yang aku terapkan untuk menggal ide dari film! 

Pertama, setelah kelar menonton film, aku akan meluangkan waktu untuk menganalisis film tersebut. Biasanya, aku bakal mikirin tema, plot, dan penokohan dalam filmnya. Selain itu, aku juga akan menyelidiki apa yang membuat film itu unik.

BACA JUGA:   Apa itu Ide Cerita? Cara Mencari dan Tipsnya!

Kedua, aku biasa pakai film untuk berlatih menulis. Caranya gampang. 

  • Coba pause film di adegan yang menarik atau penting. 
  • Tulis narasi dari apa yang kamu lihat di layar.
  • Deskripsikan suasananya dalam tulisanmu.
  • Selanjutnya, deskripsikan apa dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh. 

Langkah-langkah ini bisa membantu kamu berpikir lebih kreatif tentang deskripsi dan pengembangan cerita.

3. Dengarkan Orang Berbicara

Inspirasi untuk cerita yang menarik bisa datang dari hal-hal sepele yang kamu dengar sehari-hari. Coba deh perhatikan percakapan orang-orang di sekitarmu. Dengerin orang ngobrol di transportasi umum, kafe, atau di media sosial. 

Dialog nyata yang terjadi di kehidupan sehari-hari itu penuh dengan nuansa dan emosi yang tidak terduga. Semuanya bisa kamu olah menjadi bahan cerita.

Misalnya, kamu dengar dua orang lagi ngomongin tentang perjalanan di kereta, atau sepasang muda-mudi yang berdebat tentang pilihan film di kafe. Semua momen ini, yang mungkin tampak biasa saja, bisa kamu ubah jadi adegan yang penuh makna dalam ceritamu.

Selain itu, mendengarkan cara orang berbicara juga nge-bantu kamu mengembangkan dialog yang autentik dan relatable untuk tokoh-tokoh dalam ceritamu. Dari dialog nyata, kamu bisa belajar soal intonasi, pilihan kata, dan bahkan dialek spesifik yang bisa memperkuat penokohan dan bikin ceritamu lebih hidup dan nyata.

4. Catat Mimpi

Mimpimu bisa jadi sumber ide yang autentik. Pasalnya, mimpi seringkali menyajikan kombinasi ide yang unik dan tak terduga. Apalagi, mimpi memang sering membawa kita ke situasi yang nggak pernah kita bayangkan sebelumnya. Maka dari itu, mulailah membiasakan diri untuk mencatat mimpi begitu kamu bangun.

Tips Praktis Mencatat Mimpi

  • Letakkan buku catatan dan pena di samping tempat tidurmu agar kamu bisa langsung mencatat mimpi segera setelah terbangun.
  • Coba tulis semua yang kamu ingat dari mimpimu segera setelah kamu terbangun, karena detail mimpi bisa cepat terlupakan. 
  • Fokus pada detail seperti lokasi, orang-orang yang ada dalam mimpi, perasaan, warna, dan dialog yang terjadi. Semakin spesifik, semakin baik untuk membantu kamu menggali ide cerita.
  • Baca kembali catatan mimpi secara berkala dan pikirkan cara mengintegrasikan elemen-elemen dalam mimpi ke ceritamu. 

Tak jarang, mimpi-mimpi yang kita alami punya elemen dramatis atau emosional yang kuat. Ini bisa jadi bahan utama dalam narasi yang menarik. Kadang, sebuah mimpi bisa memberikan plot twist atau tema yang belum pernah kamu pikirkan sebelumnya. Jadi, jangan sia-siakan mimpi-mimpimu.

5. Lakukan Brainstorming

Salah satu teknik yang tidak boleh terlewat jika kamu ingin menggali ide cerita yang kreatif adalah melakukan brainstorming. Ini adalah momen di mana kamu bisa duduk, tenang, dan membiarkan semua ide bermunculan tanpa batas.

Cara Efektif untuk Brainstorming

  • Pilih waktu dan tempat di mana kamu bisa tidak terganggu. Mungkin di kamar pribadi, taman, atau kafe favoritmu.
  • Siapkan alat tulis, laptop, atau papan tulis untuk mencatat ide-ide yang muncul.
  • Tulis semua yang terlintas di pikiranmu, tanpa menyaring atau mengkritik. Fokus pada kuantitas, bukan kualitas, pada tahap ini.
  • Biarkan pikiranmu bebas mengembara. Cobalah menghubungkan ide-ide yang tidak terkait sebelumnya, dan lihat apa yang terjadi.
  • Setelah sesi brainstorming selesai, kembali ke catatanmu dan mulai soroti ide-ide yang paling menarik atau yang bisa dikembangkan lebih lanjut.
BACA JUGA:   3 Cara Mudah Mengembangkan Premis Sederhana

Dengan rutin melakukan brainstorming, kamu akan terkejut dengan banyaknya ide cerita yang bisa muncul dari pikiranmu sendiri. Misalnya saja, di salah satu Kelas Menulis Privat: Developing Your Story tuh ada seorang penulis yang bisa dapat 35 ide berbeda hanya dalam lima menit saja. Jadi, jangan takut untuk bereksperimen dan bersikaplah terbuka terhadap ide-ide yang datang, ya!

6. Eksplorasi Ide dengan Metode ‘What If’ 

Metode ‘What If’ ini bagus untuk menggali ide-ide cerita yang mungkin nggak pernah terpikirkan sebelumnya. Cara bertanya ini membuka jendela imajinasimu lebar-lebar dan mengajak kamu untuk melihat kemungkinan-kemungkinan baru dari situasi sehari-hari atau bahkan dari buku sejarah yang mungkin kamu baca.

Nah, setiap kali ada pertanyaan ‘What If’ atau ‘Gimana kalau…’ muncul di kepalamu, jangan cuma diam. Jawab juga pertanyaan itu. Dari situ, biasanya malah muncul ide-ide yang lebih banyak dan seru.

Contoh nih, yuk kita praktik:

  • Pertanyaan: “Gimana kalau ada orang yang bisa mengingat setiap detail hidupnya tapi nggak bisa ngerasain emosi?”
  • Jawaban: Dari pertanyaan ini, bisa keluar ide tentang tokoh utama yang unik banget. Kamu bisa bikin cerita tentang gimana orang ini harus menghadapi dunia yang penuh warna, padahal dia sendiri nggak bisa ngerasain apa-apa. 

Gampang kan? Jadi, setiap kali muncul pertanyaan ‘What If’, di kepalamu, jangan lupa untuk eksplorasi lebih jauh. 

7. Ubah Perspektif

Nah, kalau biasanya kamu nulis cerita dari sudut pandang manusia, coba deh sesekali ubah perspektif. Gimana kalau ceritanya diceritakan dari sudut pandang yang nggak biasa, kayak hewan, atau bahkan benda mati? Ini bisa jadi cara yang seru buat bercerita dengan gaya yang segar dan unik.

Misalnya, kamu bisa bikin cerita dari sudut pandang seekor kucing yang tinggal di kota besar. Atau, coba tulis dari perspektif sebuah jam dinding tua di rumah yang sudah berumur ratusan tahun. Dengan mengganti siapa yang ‘berbicara’, kamu bisa membuka kesempatan untuk menjelajahi dunia dan cerita dari angle yang belum terjamah.

Mengubah perspektif ini bisa bikin pembaca kamu terpikat karena mendapat pengalaman baru melalui mata yang berbeda. Selain itu, ini juga bisa jadi latihan yang bagus buat kamu sebagai penulis untuk mengasah kreativitas dalam membangun narasi dan tokoh.

BACA JUGA:   Logline: Pengertian, Template, dan Cara Penulisannya

8. Pergi ke Tempat Baru

Kalau kamu merasa macet dan kehabisan ide, maka kamu mungkin butuh keluar dan menjelajahi tempat baru. Lingkungan yang baru bisa memberikan inspirasi untuk memulai cerita baru atau menyelesaikan yang sudah tertunda.

Coba deh sesekali menulis di tempat yang belum pernah kamu coba sebelumnya. Bisa jadi taman kota yang asri, pinggir pantai yang sejuk, atau bahkan pergi ke kota atau desa lain. Seringkali, suasana baru ini bisa memancing ide-ide yang nggak kamu duga sebelumnya.

Misalnya, duduk di kafe pinggir jalan sambil menonton orang-orang lalu lalang bisa memberimu inspirasi untuk tokoh atau dialog. Atau, mendengarkan suara ombak dan angin pantai bisa membantumu mendapatkan suasana hati yang pas untuk adegan-adegan dramatis dalam cerita.

Jadi, jangan ragu untuk beranjak dari meja kerjamu dan mencari suasana baru, ya. Kadang, kamu butuh itu untuk menemukan kepingan puzzle yang hilang di ceritamu.

9. Gunakan Writing Prompts

Kalau kamu lagi stuck waktu mulai menulis, coba gunakan writing prompts. Writing prompts bisa bikin kamu menulis ide-ide cerita yang mungkin nggak terpikirkan sebelumnya. Banyak kok, writing prompts yang bisa kamu temukan di internet, dan ini bisa jadi titik tolak yang bagus untuk memulai cerita.

Sebagai contoh, aku punya satu prompt menarik di postingan Instagram aku ini. 

Nah, prompt ini bisa kamu gunakan sebagai awal untuk mengembangkan cerita. Mulailah dari situ dan biarkan imajinasimu mengalir dan lihat ke mana arah cerita akan membawamu.

Prompt menulis bisa membantu kamu menemukan ide. Selain itu, prompt juga menantang kamu untuk keluar dari zona nyaman dalam menulis. Kadang-kadang, prompt sederhana bisa membuka jalan ke cerita yang kompleks dan mendalam.

Pesan untuk Penulis

Writers, menggali ide cerita itu kadang bisa jadi proses yang menantang, tapi juga seru banget. Dari pengalaman aku sendiri, aku sering menemukan ide-ide cerita di momen dan tempat yang nggak terduga. 

Misalnya, saat aku lagi jalan-jalan di dekat rumah, atau saat aku dengerin obrolan random di kafe. Momen-momen kecil seperti ini bisa membuka inspirasi besar untuk cerita yang aku tulis.

Sebagai penulis, kamu harus terus mencari dan terbuka terhadap inspirasi dari mana saja. Dan ingat, setiap penulis punya caranya sendiri dalam menemukan ide. Jadi, jangan takut untuk eksperimen dengan berbagai cara yang sudah aku sebutkan di atas.

Kalau kamu merasa butuh bantuan lebih lanjut atau ingin belajar teknik-teknik menulis yang lebih mendalam, gabung aja ke Komunitas Belajar Nulis atau mengikuti kelas-kelasku. Yuk, diskusi lebih lanjut soal cara menggali ide yang terbaik buat kamu! 

By Tika Widya

Tika Widya C.DMP adalah seorang penulis yang sudah menekuni industri kreatif secara profesional sejak tahun 2018. Ia telah menjadi content writer, copywriter dan creative writer pada lebih dari 914+ proyek penulisan skala nasional dan internasional. Pada tahun 2024, ia berhasil menjadi satu-satunya penulis Indonesia yang masuk daftar Emerging Writer Australia-Asia. Kini, Tika Widya mengajar menulis lewat Tikawidya.com, Tempo Institute dan Kelas Bersama. Ia juga membentuk Komunitas Belajar Nulis yang aktif mengawal 1800+ penulis dari seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan menyemarakkan industri literasi nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *