6 Cara Penulisan Dialog Yang Benar sesuai PUEBI!
image own by Tika Widya

Menurut Wikipedia, kalimat dialog adalah literatur dan teatrikal yang berupa percakapan lisan atau tertulis di antara dua orang atau lebih. Lantas bagaimana cara penulisan dialog yang benar dalam sebuah karya fiksi, misalnya cerpen, naskah drama hingga novel? 

Perlu diingat, bahwa menulis sebuah dialog tidak boleh sembarangan. Ada tata cara yang perlu Kamu pahami sebelum menulis sebuah dialog. Karena, dialog tidak hanya menggambarkan percakapan dalam cerita, melainkan juga menampilkan karakter masing-masing karakter. 

Bahkan, dialog juga memunculkan perbedaan budaya berdasarkan dialek/ logat yang bisa menggambarkan latar cerita. 

6 Cara Penulisan Dialog Yang Benar

Langsung saja, kita bahas satu per satu soal cara penulisan dialog yang benar dalam sebuah karya narasi:

1. Menggunakan Tanda Titik pada Akhir Dialog

Perhatikan contoh dialog dalam novel berikut “Aku sungguh yakin dia orangnya.” Pada contoh tersebut, tanda baca titik diletakkan sebelum tanda kutip pada akhir dialog. 

Apabila kamu ingin menambahkan narasi, maka cara penulisan yang benar 

“Dia memang pintar dan berbakat.” Edo tersenyum kagum. 

Perhatikan, penulisan huruf awal narasi harus menggunakan huruf kapital.  

Sementara narasi yang berada di awal, maka penulisannya menjadi seperti berikut : Edo tersenyum kagum. “Dia memang hebat dan terbaik.”

2. Penggunaan Tanda Koma pada Dialog Tag

Dialog tag merupakan frasa yang mengikuti sebuah dialog. Berfungsi memberitahukan siapa si pengucap kepada pembaca. 

BACA JUGA:   Ini Penulisan Rahmatnya yang Benar Lengkap dengan Contoh!

Berikut cara menulis dialog yang benar dalam cerpen menggunakan dialog tag:

“Persediaan makananku habis,” kata Maryam.

3. Penggunaan Tanda Tanya dan Seru di Akhir Dialog

Seperti halnya penulisan tanda titik maupun koma, penulisan tanda tanya dan seru juga sebelum tanda kutip. 

Contoh penulisan dialog dalam naskah drama yang benar adalah : “Mengapa kamu lebih mencintainya?” Ditariknya tangan Bahar. 

“Siapa yang meletakkan piring itu?” tanya ibu.

“Pergilah!” perintah Alex. 

4. Tanpa Elipsis dalam Dialog

Tanda ellipsis (…) dan Dash lazimnya Kamu temukan dalam sebuah novel. Berikut contoh dialog dalam novel yang tepat :

“Jangan tinggalkan kami. Kumohon …” 

Apabila ada kalimat penyerta maka menjadi 

“Jangan tinggalkan kami. Kumohon …,” kata Chika

5. Penulisan Tanda Dash dalam Kalimat Dialog

Tanda dash secara umum dapat Anda gunakan untuk menuliskan kalimat dialog yang terputus-putus. Sebagaimana contoh berikut “I-itu apa?” tanya Amira. 

6. Penggunaan Kata Sapaan di dalam Kalimat Dialog

Perhatikan contoh berikut :

“Jangan berisik dong, Pa!” tiba-tiba saja Ruyanah muncul dari balik kamar itu.

Penulisan kata sapaan di kalimat dialog yang secara langsung ditujukan untuk lawan bicara, maka harus diawali huruf kapital. 

Kesimpulan

Itulah sebagian cara penulisan dialog yang benar sesuai dengan PUEBI. Masih ada beberapa kaidah lainnya yang perlu Kamu pelajari. Semoga membantu.

By Tika Widya

Tika Widya C.DMP adalah seorang penulis yang sudah menekuni industri kreatif secara profesional sejak tahun 2018. Ia telah menjadi content writer, copywriter dan creative writer pada lebih dari 914+ proyek penulisan skala nasional dan internasional. Pada tahun 2024, ia berhasil menjadi satu-satunya penulis Indonesia yang masuk daftar Emerging Writer Australia-Asia. Kini, Tika Widya mengajar menulis lewat Tikawidya.com, Tempo Institute dan Kelas Bersama. Ia juga membentuk Komunitas Belajar Nulis yang aktif mengawal 1800+ penulis dari seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan menyemarakkan industri literasi nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *