Ini Cara Penulisan Sholehah yang Benar Sesuai KBBI!
Aturan Penulisan

Ini Cara Penulisan Sholehah yang Benar Sesuai KBBI!

Kalau kamu sering membaca atau menulis cerita religi, kamu pasti sering mendengar kata “sholehah.” Nah, artikel ini akan membahas soal penulisan “sholehah” yang benar, sebuah istilah yang sering kita dengar dalam konteks budaya atau agama, khususnya dalam Islam.

Istilah “sholehah” berguna untuk menggambarkan seorang wanita yang taat dan berbudi luhur. Tentu saja, istilah ini mempunyai makna yang cukup mendalam dan seringkali menjadi topik penulisan dalam berbagai bentuk. Namun, apakah kata tersebut sudah sesuai dengan KBBI?

Pengertian Sholehah

Dalam konteks Islam, “sholehah” merujuk pada wanita yang memiliki kualitas kebaikan, kepatuhan dalam beribadah, dan perilaku yang terpuji sesuai dengan ajaran Islam. Kata ini tidak hanya mencakup aspek spiritual, tapi juga perilaku, etika, dan cara hidup.

Namun, menurut KBBI, kata “sholehah” itu bukanlah kata yang baku. Penulisan “sholehah” yang benar adalah “salihah”. Jadi, kamu seharusnya menggunakan kata “salihah” dalam dokumen atau narasi cerita. Arti kata salihah sendiri adalah wanita yang saleh.

Penulisan Sholehah yang Benar

Kamu bisa menggunakan istilah “salihah” yang merupakan bentuk baku dari “sholehah” dengan berbagai cara. Cek penulisan yang benar di sini!

  1. Ejaan: Ejaan yang tepat untuk kata ini adalah “salihah”, bukan “sholehah”, “solehah” atau “soleha”. Kamu harus mengingat ini karena sering terjadi kesalahan ejaan.
  2. Konteks Penggunaan: Kata “salihah” bisa kamu gunakan dalam konteks yang menggambarkan karakter atau perilaku wanita. Misalnya, “Dia tenar sebagai wanita salihah yang selalu membantu sesama.”
  3. Menghormati Nilai Budaya dan Agama: Saat menulis tentang wanita salihah, kamu juga harus menghormati nilai-nilai budaya dan agama yang terkait. Ini berarti menghindari stereotip atau penafsiran yang salah tentang apa artinya menjadi wanita salihah.
  4. Penggunaan dalam Cerita atau Artikel: Jika kamu menulis cerita atau artikel yang melibatkan karakter wanita salihah, pastikan untuk menggambarkan karakter tersebut dengan cara yang realistis dan menghormati. Contoh: “Dalam ceritanya, Aisha punya karakter wanita salihah yang selalu menjaga hubungan baik dengan tetangganya dan tekun dalam ibadah.”
  5. Penulisan Inspiratif: Tulisan tentang wanita salihah seringkali bersifat inspiratif, mengajak pembaca untuk menghargai nilai-nilai positif seperti kesabaran, kebaikan, dan keikhlasan.
BACA JUGA:   Aturan Penulisan Kata Teknik yang Benar

Nah, saat menulis tentang wanita salihah, kamu harus selalu mengedepankan rasa hormat dan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilainya. Semoga penjelasan ini bisa membantu kamu dalam menulis dengan lebih tepat dan berwawasan! Jangan lupa penulisan “sholehah” yang benar adalah “salihah”.

Sejak 2018, Tika Widya sudah menjadi pejuang kata-kata dengan membuka layanan penulisan, membangun komunitas penulis, meraih prestasi nasional - internasional dan mendapatkan sertifikasi profesi dari BNSP. Kini, ia memiliki kelas penulisan sendiri sekaligus mengajar di Tempo Institute. Tika Widya selalu siap menjadi sahabat menulis favorit yang mendampingi siapapun untuk mengejar mimpi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *