4 Perbedaan Aturan Penulisan Novel dan Cerpen
Aturan Penulisan - Cerpen - Novel

4 Perbedaan Aturan Penulisan Novel dan Cerpen

Salah satu persamaan cerpen dan novel adalah keduanya sama-sama mengandung amanat. Tentu saja, ada beberapa perbedaan yang jelas dari keduanya. Lalu, apa perbedaan aturan penulisan novel dan cerpen?

Pengertian novel dan cerpen 

Novel adalah karya sastra yang berisikan rangkaian cerita berurutan dari seseorang dan orang di sekelilingnya. Dalam novel juga menggambarkan watak dari masing-masing tokoh. 

Selain itu, novel biasanya terinispirasi dari kisah nyata yang sudah penulis bumbui dengan beragam imajinasi. Sedangkan cerpen adalah karya sastra pendek yang hanya menceritakan permasalahan tertentu dari tokoh utamanya.

Perbedaan aturan penulisan novel dan cerpen

Beberapa perbedaan aturan penulisannya antara lain terletak pada: 

1. Jumlah kata

Novel terdiri dari 35.000 kata atau lebih. Dengan begitu jumlah halaman pada novel bisa mencapai ratusan. Sedangkan jumlah kata yang terdapat pada cerpen tidak lebih dari 10.000 kata. Mungkin cerpen bisa kamu selesaikan hanya dalam satu kali duduk saja.

2. Alur Cerita

Alur cerita pada cerpen sangat sederhana karena ruang geraknya terbatas. Setelah memulai awalan, kisahnya akan mengarah ke konflik lalu ke penyelesaian. Sebaliknya, cerita yang terdapat dalam novel sangatlah rumit. Terdapat beberapa alur di dalamnya.

Bisa jadi cerita dalam novel juga menjelaskan peristiwa yang tokoh lainnya alami. Hal ini sangat detail sehingga konflik yang terjadi mungkin berulang dan beragam. 

3. Penokohan

Tokoh yang perlu kamu tonjolkan saat membuat cerpen hanyalah satu. Berbeda halnya dalam novel yang jumlah tokohnya bisa mencapai 10 atau lebih. Kamu hanya perlu membuat 1-5 penokohan dalam sebuah cerpen.

BACA JUGA:   Cara Menulis Setengah Kilo Sesuai PUEBI

Lebih daripada itu, tokoh-tokoh tersebut pun memiliki bagian dan kisahnya tersendiri. Jadi, dapat kita sebut jika tokoh dalam novel lebih kompleks.

4. Pemilihan gaya bahasa 

Dalam cerpen, penggunakan kalimat atau gaya bahasanya sangat sederhana. Hampir semua kalimatnya langsung bisa pembaca pahami. Sedangkan pada novel, pembaca mungkin bisa berkali-kali mencoba memahami makna kalimat yang penulis sampaikan.

Novelis memiliki banyak ruang untuk bisa mendeskripsikan orang, peristiwa, latar dan elemen lainnya menggunakan imajinasi mereka. Bisa dikatakan lebih subjektif. Hal ini membuat pembaca berusaha keras untuk bisa menggambarkan apa yang penulis lihat. 

Kesimpulan

Akhirnya, kita sudah membahas apa perbedaan aturan penulisan novel dan cerpen. Walaupun memiliki perbedaan yang jelas, baik novel maupun cerpen memiliki penggemarnya sendiri. Jika kamu ingin memulai menulis, mulailah dari menulis cerpen karena lebih cepat diselesaikan.


Join Komunitas Bersama 1200+ Penulis!

Ingin tahu lebih banyak tentang dunia penulisan? Gabung dengan 1200+ penulis lainnya di Grup Menulis Tika Widya. Di sini, kamu bisa saling berbagi, saling dukung, plus latihan menulis dengan berbagai challenge yang menegangkan!

Sejak 2018, Tika Widya sudah menjadi pejuang kata-kata dengan membuka layanan penulisan, membangun komunitas penulis, meraih prestasi nasional - internasional dan mendapatkan sertifikasi profesi dari BNSP. Kini, ia memiliki kelas penulisan sendiri sekaligus mengajar di Tempo Institute. Tika Widya selalu siap menjadi sahabat menulis favorit yang mendampingi siapapun untuk mengejar mimpi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *