Apa itu Kata Sandang Ini Pengertian, Jenis dan Penggunaannya!
Aturan Penulisan

Apa itu Kata Sandang? Ini Pengertian, Jenis dan Penggunaannya!

Sebagai penulis, kamu mungkin sudah familiar dengan kata sandang. Ada banyak banget karya dengan kata sandang yang disematkan langsung di judulnya. Misalnya, novel “Para Priyayi” karya Umar Kayam, “Si Parasit Lajang” karya Ayu Utami, “Sang Pemimpi” karya Andrea Hirata, dan tentu saja masih banyak lagi. 

Sayangnya, kita masih sering lupa bahwa kata sandang ini juga ada jenis-jenisnya. Dan, penggunaan kata sandang pun jangan sampai sembarangan. Politisi boleh lupa apa itu kata sandang jamak. Namun, penulis tidak punya ruang untuk membuat kesalahan yang sama. 

Oleh karena itu, mari kita mengingat kembali kata sandang dan jenis-jenisnya dalam artikel kali ini biar bisa jadi writer yang lebih baik lagi! 

Pengertian Kata Sandang 

Kata sandang sebenarnya sudah kita pelajari sejak kelas 4 SD. Namun, semakin dewasa diri kita maka semakin banyak juga informasi yang masuk ke kepala. Inilah yang seringkali membuat kita melupakan apa yang penting. 

Yuk, refresh memori sedikit! Apa yang dimaksud dengan kata sandang? 

Kata sandang adalah kata yang mendampingi kata benda yang menunjukkan nama diri, julukan, dan kata ganti. 

Definisi ini berasal dari Buku Pintar Bahasa Indonesia SD (2010) yang ditulis oleh Enung Nuraeni, M.Pd, dan Tim Elpena. Tetapi, kalau definisi di atas masih terasa membingungkan,  kamu mungkin harus melihat dulu jenis-jenis kata sandang sekaligus contoh-contohnya. 

Jenis-jenis Kata Sandang Sesuai Maknanya

Kata sandang artinya kata yang diletakkan sebelum kata benda untuk menunjukkan hal spesifik, seperti nama orang, julukan, atau menggantikan nama. Apa contoh kata sandang? Kata “Para” dalam novel “Para Priyayi” adalah salah satu contoh kata sandang. 

BACA JUGA:   Cara Menulis Terbilang Dollar dan Membacanya dalam Bahasa Inggris

“Para” termasuk kata sandang jamak. Tentu saja, kalau ada yang jamak pasti ada juga yang tunggal. Jadi, kata sandang ada berapa? Mari belajar bersama dua jenis kata sandang sesuai maknanya!

1. Kata Sandang Tunggal 

Kata sandang tunggal adalah kata yang mendampingi kata benda tunggal untuk menunjukkan nama diri, julukan, dan kata ganti.

Ini beberapa kata sandang yang termasuk kata sandang tunggal! 

“Si”

“Si” berguna untuk mendampingi kata benda tunggal. Contohnya: Si Kumbang, Si Aminah, Si Udin. 

Namun, “Si” juga bisa kamu gunakan untuk menyatakan ejekan, keakraban, atau personifikasi. Contohnya: 

  • Si botak (ejekan atau keakraban)
  • Si manis (keakraban atau personifikasi)
  • Si malas (ejekan atau personifikasi)

“Sang”

Kata sandang “Sang” biasanya berguna untuk meningkatkan harkat atau status dari kata benda yang mengikutinya. Jadi, penggunaan kata sandang “Sang” dapat mengindikasikan keagungan, kehormatan, atau kemuliaan. Contohnya: 

  • Sang Juara
  • Sang Presiden
  • Sang Pembelajar

“Sri”

Kata sandang “Sri” biasanya berguna dalam konteks formal atau dalam menyebut orang yang sangat dihormati, seperti pemimpin atau anggota kerajaan. Contohnya: 

  • Sri Sultan
  • Sri Pemimpin
  • Sri Bupati

2. Kata Sandang Jamak 

Kata sandang jamak adalah kata yang kata yang mendampingi kata benda jamak (banyak)  untuk menunjukkan nama diri, julukan, dan kata ganti.

Ini beberapa kata sandang yang termasuk dalam kata sandang jamak!

“Para”

Kata sandang “Para” biasanya digunakan untuk merujuk pada sekelompok orang yang memiliki kesamaan dalam profesi, peran, atau kegiatan.

  • Para guru
  • Para ilmuwan
  • Para atlet
  • Para pemain

“Kaum”

Kata sandang “Kaum” biasanya digunakan untuk kelompok yang memiliki kesamaan ideologi, pandangan, atau ciri khusus lainnya.

  • Kaum intelektual
  • Kaum minoritas
  • Kaum nasionalis
  • Kaum milenial

“Umat”

Kata sandang “Umat” sering digunakan dalam konteks agama atau kepercayaan, untuk merujuk pada kelompok orang yang memiliki keyakinan atau agama yang sama.

  • Umat Kristen
  • Umat Hindu
  • Umat beriman
  • Umat kemanusiaan

Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana kata sandang “Para”, “Kaum”, dan “Umat” bisa kita gunakan dalam berbagai konteks untuk merujuk pada kelompok-kelompok tertentu berdasarkan profesi, ideologi, atau keyakinan agama.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Kata Sandang Sesuai Maknanya

Jenis kata sandang jamak seringkali membuat banyak orang melakukan kesalahan. Kenapa demikian? Karena banyak yang masih belum memahami bahwa kata-kata ini sudah bermakna jamak. Oleh karena itu, kata sandang jamak tidak perlu diulang lagi hanya untuk memberi pengertian jamak. 

BACA JUGA:   Cara Meletakkan Yth. dalam Aturan Penulisan Alamat Surat

Contoh Salah: Para-para kepala adat sudah kami kunjungi. 

Contoh Benar: Para kepala adat sudah kami kunjungi. 

Ketika kita menggunakan kata sandang jamak, kita seharusnya tidak perlu menggunakan repetisi lagi. Dengan demikian, kalimat akan menjadi lebih efektif dan sesuai maknanya. 

Jenis-jenis Kata Sandang Sesuai Objeknya 

Selain dibedakan berdasarkan maknanya, kata sandang juga bisa dibedakan sesuai dengan objek yang mengikutinya. Menurut KBBI, objek adalah benda, hal, dan sebagainya yang dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan, dan sebagainya.

Karena kata sandang selalu menemani objek, maka kata sandang juga mengalami penggolongan sesuai objek yang mengikuti. Berikut ini, beberapa jenis kata sandang sesuai dengan objeknya. 

1. Kata Sandang yang Mendampingi Kata Benda Dasar

  • Si anak
  • Sang raja
  • Para guru
  • Si burung
  • Sang pahlawan

Dalam kategori ini, kata sandang digunakan bersama kata benda yang merupakan kata dasar atau kata yang belum mengalami perubahan bentuk.

2. Kata Sandang yang Mendampingi Kata Benda yang Dibentuk dari Kata Dasar

  • Si pemain
  • Si pembuat
  • Si penjual
  • Si pembeli
  • Si pengarang

Di sini, kata sandang digunakan bersama kata benda yang terbentuk dari kata dasar yang telah mendapatkan awalan, akhiran, atau imbuhan lain.

3. Kata Sandang yang Mendampingi Kata Ganti

  • Si dia
  • Si doi
  • Si aku

Dalam kategori ini, kata sandang dikombinasikan dengan kata ganti untuk memberikan nuansa tertentu atau menegaskan subjek yang dibicarakan.

4. Kata Sandang yang Mendampingi Kata Kerja Pasif

  • Si terluka
  • Kaum terabaikan
  • Kaum terlupakan
  • Si terhormat

Kategori ini mengkombinasikan kata sandang dengan bentuk pasif dari kata kerja, biasanya untuk menegaskan keadaan atau kondisi subjek.

Penggunaan Kata Sandang dalam Judul Karya Fiksi 

Kata sandang dalam karya fiksi sering berguna untuk memberikan nuansa, makna, atau karakteristik tertentu pada objek yang dibicarakan. Melalui penggunaan kata sandang, penulis dapat mengekspresikan banyak hal, mulai dari menegaskan identitas, menambah kedalaman karakter, hingga menggambarkan setting atau latar. 

BACA JUGA:   Ini Penulisan Program Studi yang Benar Sesuai PUEBI!

Mari kita lihat bagaimana kata sandang digunakan dalam novel “Para Priyayi” karya Umar Kayam, “Si Parasit Lajang” karya Ayu Utami, dan “Sang Pemimpi” karya Andrea Hirata.

1. “Para Priyayi” karya Umar Kayam

Sumber gambar: Goodreads

Dalam novel Para Priyayi, kata sandang “Para” digunakan untuk menggambarkan sebuah kelompok sosial, yaitu priyayi. Priyayi merupakan golongan bangsawan atau pejabat di Jawa. 

Penggunaan “Para” di sini memberikan nuansa kolektivitas dan identitas bersama. Kata sandang ini membantu pembaca memahami bahwa novel yang akan mereka baca memuat tentang kehidupan, tradisi, dan konflik yang dihadapi oleh golongan priyayi.

2. “Si Parasit Lajang” karya Ayu Utami

Sumber gambar: Goodreads

Dalam buku Si Parasit Lajang, kata sandang “Si” memberikan nuansa personal dan intim. 

Judul ini mencerminkan tokoh utama yang dipersepsikan sebagai ‘parasit’ dalam konteks sosial, dengan konotasi negatif sebagai individu yang bergantung pada orang lain. 

Kata sandang “Si” di sini juga menambah unsur ironi dan kritik sosial yang menjadi inti dari narasi.

3. “Sang Pemimpi” karya Andrea Hirata

Sumber gambar: Wikipedia

Di Sang Pemimpi, kata sandang “Sang” memberikan nuansa keagungan dan idealisme. Novel ini berkisah tentang impian dan harapan. 

Lebih daripada itu, penggunaan “Sang” di depan “Pemimpi” mengangkat status pemimpi menjadi lebih mulia dan penting. Kata sandang ini memberi kesan bahwa pemimpi di sini bukan hanya seorang pemimpi biasa, tetapi seseorang yang mimpi dan aspirasinya memiliki nilai yang lebih tinggi.

Dalam setiap contoh ini, kata sandang bukan sekadar bagian dari judul, tetapi juga memberikan makna mendalam terkait tema, tokoh, dan pesan yang ingin disampaikan penulis dalam novelnya.

Penyematan kata sandang dalam judul karya fiksi, bisa kita gunakan untuk menegaskan topik sentral serta memantik pemikiran pembaca soal tulisan seperti apa yang akan mereka dapatkan di keseluruhan karya. 

Sebagai penulis, teknik ini bisa kamu terapkan pada karya fiksimu sendiri. Kamu bisa menggunakan kata sandang sebagai panduan dan juga sebagai hook untuk pembaca. 

Terlebih lagi, kata sandang bisa penuh konotasi dan intrik tergantung seberapa lihai kita memakainya. Tertarik belajar lebih banyak lagi? Jangan lupa gabung dulu di Komunitas Menulis Tika Widya biar kamu semakin melek literasi. ❤️

Sejak 2018, Tika Widya sudah menjadi pejuang kata-kata dengan membuka layanan penulisan, membangun komunitas penulis, meraih prestasi nasional - internasional dan mendapatkan sertifikasi profesi dari BNSP. Kini, ia memiliki kelas penulisan sendiri sekaligus mengajar di Tempo Institute. Tika Widya selalu siap menjadi sahabat menulis favorit yang mendampingi siapapun untuk mengejar mimpi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *