6 Cara Penulisan Dress Code yang Benar Sesuai Acaramu!
Aturan Penulisan

6 Cara Penulisan Dress Code yang Benar Sesuai Acaramu!

Sering bikin gathering? Kamu harus tahu dulu cara penulisan dress code yang benar, baik dalam undangan, pemberitahuan acara, maupun konteks profesional lainnya.

Dress code adalah pedoman berpakaian yang menentukan bagaimana seharusnya seseorang berpakaian dalam suatu acara atau lingkungan tertentu. Jadi, penulisan dress code yang benar sangat penting karena kamu harus memastikan bahwa semua tamu dapat menerima informasinya dengan jelas.

Pengertian Dress Code

Dress code merupakan aturan atau pedoman tentang gaya berpakaian dalam suatu acara atau lingkungan kerja. Lebih daripada itu, dress code membantu orang memahami apa yang dianggap pakaian yang sesuai dan pantas untuk situasi tertentu.

6 Cara Penulisan Dress Code yang Benar

Cek dulu beberapa cara untuk menuliskan dress code di undanganmu!

  1. Jelas dan Spesifik: Saat menulis dress code, pastikan kamu menulis instruksinya dengan jelas dan spesifik. Jangan membuat pembaca atau tamu jadi bertanya-tanya soal dress code yang kamu maksud. Misalnya, daripada hanya menulis “formal”, lebih baik tuliskan “black tie” atau “business formal”.
  2. Konteks Acara: Sesuaikan dress code dengan jenis dan konteks acara. Misalnya, untuk acara pernikahan, kamu bisa menulis “cocktail attire” atau “semiformal”. Untuk acara perusahaan, bisa “business casual” atau “smart casual”.
  3. Pertimbangan Budaya dan Lokalitas: Jika acara tersebut memiliki elemen budaya tertentu, seperti pesta adat atau perayaan tradisional, sertakan petunjuk tentang pakaian tradisional yang dianjurkan. Misalnya, dalam acara adat Bali, kaum perempuan biasanya harus memakai Payas atau pakaian adat Bali.
  4. Contoh yang Konkret: Berikan contoh konkret untuk menghindari kebingungan. Misalnya, “business formal: jas untuk pria dan blazer atau dress formal untuk wanita”.
  5. Bahasa yang Sopan dan Inklusif: Gunakan bahasa yang sopan dan inklusif, mengingat keberagaman budaya dan preferensi pribadi. Hindari bahasa yang bisa terkesan eksklusif.
  6. Penyesuaian dengan Kebutuhan: Jika kamu tahu bahwa beberapa tamu mungkin memiliki kebutuhan khusus terkait pakaian, seperti aksesibilitas atau agama, pertimbangkan untuk mencantumkan pilihan yang lebih fleksibel. Contoh, dalam undangan resmi, kamu bisa menulis: “Dress code: Business Formal – Pria wajib mengenakan jas dan dasi, sementara wanita dapat mengenakan dress bisnis atau setelan formal dengan/tanpa hijab.”
BACA JUGA:   Aturan Penulisan Gelar Sarjana, Magister, dan Doktor

Mengkomunikasikan dress code dengan jelas dan tepat akan membantu tamu atau karyawan mempersiapkan diri dengan lebih baik serta mencerminkan profesionalismemu sebagai penyelenggara atau pemimpin. Jadi, selalu luangkan waktu untuk menerapkan cara penulisan dress code yang benar ini.

Sejak 2018, Tika Widya sudah menjadi pejuang kata-kata dengan membuka layanan penulisan, membangun komunitas penulis, meraih prestasi nasional - internasional dan mendapatkan sertifikasi profesi dari BNSP. Kini, ia memiliki kelas penulisan sendiri sekaligus mengajar di Tempo Institute. Tika Widya selalu siap menjadi sahabat menulis favorit yang mendampingi siapapun untuk mengejar mimpi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *