10 Cara Efektif Menerima dan Mengolah Feedback dari Pembaca
Produktivitas

10 Cara Efektif Mengolah Feedback dari Pembaca

Dalam dunia menulis, feedback dari pembaca itu bisa kamu gunakan untuk memperbaiki tulisanmu. Tapi, kadang-kadang, mengolah feedback itu bisa jadi tantangan tersendiri. 

Bagaimana cara penulis memproses feedback dari pembaca biar hasil akhirnya bisa lebih ciamik? 

Yuk, kita bahas 10 cara yang bisa kamu coba!

1. Dengarkan dengan Hati Terbuka

Pertama dan paling penting, dengarkan atau baca feedback dengan hati terbuka. 

Ini memang sulit, apalagi jika kamu sudah sangat terikat dengan tulisanmu. Tapi, ingat, tujuan feedback adalah untuk membuat karyamu lebih baik, bukan untuk menjatuhkanmu. 

Ambil napas dalam-dalam, dan dengarkan apa yang pembaca katakan.

2. Pisahkan Diri dari Karya

Kadang, kita terlalu dekat dengan tulisan kita sampai-sampai sulit menerima kritik. 

Jadi, cobalah untuk memisahkan diri dari karya dan lihat itu sebagai objek yang bisa dipoles dan diperbaiki. Ini membantu kamu untuk lebih objektif dalam menilai feedback.

3. Identifikasi Pola

Jika lebih dari satu pembaca memberikan feedback serupa, itu tanda ada sesuatu di tulisanmu yang memang perlu diperhatikan. 

Misalnya, jika beberapa pembaca bilang tokoh utamamu terlalu sering pakai catchphrase maka mungkin kamu perlu menguranginya. 

Jika mereka bilang tokohmu kurang berkembang, mungkin ini saatnya untuk menambahkan detail tokoh atau konflik yang membuat karakter tersebut lebih hidup.

4. Tanyakan Detail

Jika feedback yang kamu terima terasa samar atau kamu nggak yakin bagaimana cara memperbaikinya, jangan ragu untuk meminta detail. 

BACA JUGA:   Cara Latihan Menulis untuk Meningkatkan Produktivitas

Tanya pembaca tentang bagian mana yang membuat mereka bingung atau apa yang menurut mereka bisa membuat cerita lebih menarik.

5. Buat Prioritas

Setelah menerima banyak feedback, buatlah daftar prioritas perbaikan. 

Mana yang paling penting dan harus diperbaiki segera, dan mana yang bisa ditunda atau mungkin tidak perlu diubah sama sekali. 

Ini membantu kamu untuk tetap fokus dan efisien dalam merevisi.

6. Coba Terapkan Secara Bertahap

Jangan merasa harus langsung merombak seluruh tulisanmu berdasarkan semua feedback. 

Coba terapkan satu per satu, dan lihat bagaimana perubahannya berpengaruh pada keseluruhan cerita. 

Ini juga membantu kamu untuk tidak merasa kewalahan.

7. Ingat Tujuanmu

Saat memproses feedback, ingatlah tujuan awal kamu menulis cerita tersebut. 

Pastikan perubahan yang kamu lakukan tidak menghilangkan esensi dari cerita atau pesan yang ingin kamu sampaikan.

8. Jangan Takut untuk Menolak Feedback

Meskipun penting untuk mendengarkan feedback, kamu juga tidak harus menerima semua saran yang diberikan. 

Jika ada feedback yang kamu rasa tidak sesuai dengan visi ceritamu, tidak apa-apa untuk menolaknya. 

Ingat, kamu yang paling mengenal ceritamu!

9. Lakukan Tes Baca Lagi

Setelah melakukan perbaikan berdasarkan feedback, coba lakukan tes baca lagi, bisa dengan pembaca yang sama atau yang baru. 

Ini membantu kamu untuk melihat apakah perubahan yang kamu lakukan berhasil atau masih perlu dipoles lagi.

10. Berterima Kasih

Terakhir, jangan lupa untuk berterima kasih kepada mereka yang telah meluangkan waktu untuk memberikan feedback. 

Mereka telah membantu kamu untuk tumbuh sebagai penulis, dan itu sesuatu yang sangat berharga.

Akhir Kata

Menerima dan memproses feedback memang nggak selalu mudah, tapi ingat bahwa ini adalah bagian penting dari proses menulis. 

BACA JUGA:   8 Tips Nyaman Menulis di Kafe Sambil Mengejar Deadline

Dengan sikap terbuka dan strategi yang tepat, feedback bisa menjadi alat yang ampuh untuk mengasah dan memperkaya karyamu. 

Jadi, jangan pernah takut dengan feedback dari pembaca. Anggap itu sebagai langkah menuju menjadi penulis yang lebih baik lagi. Selamat menulis!

Sejak 2018, Tika Widya sudah menjadi pejuang kata-kata dengan membuka layanan penulisan, membangun komunitas penulis, meraih prestasi nasional - internasional dan mendapatkan sertifikasi profesi dari BNSP. Kini, ia memiliki kelas penulisan sendiri sekaligus mengajar di Tempo Institute. Tika Widya selalu siap menjadi sahabat menulis favorit yang mendampingi siapapun untuk mengejar mimpi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *