7 Tips Menang Lomba Penulisan Cerpen Religi
Cerpen

7 Tips Menang Lomba Penulisan Cerpen Religi

Dengan datangnya bulan Ramadan 2024, penulis pasti punya banyak kesempatan untuk ikut lomba penulisan cerpen religi. Tapi, gimana caranya menang? Ini 7 tips menang lomba penulisan! 

Menang lomba cerpen religi itu nggak cuma soal bakat nulis aja, tapi juga soal strategi dan pemahaman yang mendalam tentang apa yang diharapkan oleh juri dan penyelenggara. 

Tapi, tenang aja, karena di artikel ini, aku bakal kasih kamu beberapa tips jitu yang bisa meningkatkan peluangmu untuk menang. 

Dari mengembangkan ide cerita yang unik, sampai teknik pengiriman karya yang benar, semua akan kita bahas tuntas.

Jadi, yuk siapkan kopi atau teh favoritmu, duduk yang nyaman, dan mari kita mulai petualangan menulis yang akan mengantarkanmu pada kemenangan!

1. Biasakan Membaca Syarat dan Ketentuan Lomba

Pertama dan paling penting: Biasakan dirimu untuk membaca syarat dan ketentuan lomba. 

Iya, syarat dan ketentuan lomba terkadang terlihat membosankan dan panjang. Tapi percaya deh, ini penting banget!

Jadi gini, setiap lomba punya aturannya sendiri-sendiri. Bisa jadi lombanya khusus buat pelajar, atau terbuka buat umum. 

Terkadang ada juga lomba yang minta kamu beli buku tertentu dulu sebelum ikutan. Nah, kamu perlu tahu ini semua biar nggak salah langkah.

Selain itu, kamu juga harus aware soal kepemilikan dan penggunaan hasil karyamu. Ini serius, loh. 

Kamu harus tahu, setelah kamu kirim cerpenmu, apa sih yang boleh dan nggak boleh dilakuin sama karya kamu itu. Misal, apakah nanti karyamu bisa dipublikasikan di tempat lain atau nggak.

Trus, jangan lupa juga cek hadiahnya. Iya, siapa sih yang nggak tertarik sama hadiah? 

Tapi, lebih dari itu, pertimbangkan apakah hadiah yang ditawarkan akan sebanding dengan usaha, waktu, dan mungkin biaya yang harus kamu keluarkan. Kalau kamu harus beli buku yang harganya setara dengan hadiah, ya pikir-pikir lagi deh.

Contoh nih, kamu nemu lomba yang syaratnya harus follow akun media sosial mereka, beli buku, dan repost beberapa post mereka. Sebelum kamu ikutan, tanya dulu sama diri kamu, “Worth it nggak sih?”

Contoh Syarat dan Ketentuan Lomba Penulisan Cerpen serta Konsekuensinya

Syarat dan KetentuanKonsekuensi
Lomba Terbuka untuk UmumSiapa saja bisa ikut tetapi ini bisa meningkatkan kompetisi
Harus Membeli BukuAda biaya tambahan untuk pembelian buku
Kepemilikan Hasil KaryaPenyelenggara lomba memiliki hak atas karya yang dikirimkan
Follow dan Repost di Media SosialMungkin membutuhkan effort tambahan dan eksposur pribadi di media sosial
Lomba BerbayarBiaya pendaftaran yang perlu dibayar
Tema Cerpen SpesifikKamu harus mengikuti tema yang ditentukan, membatasi kreativitas
Batasan Jumlah KataHarus menyesuaikan panjang cerita dengan batasan yang ditetapkan
Hanya untuk Peserta Tertentu (misal: pelajar, mahasiswa)Mempersempit jumlah peserta yang bisa saja meningkatkan atau menurunkan kesempatan menang

Nah, membaca syarat dan ketentuan itu bukan cuma soal taat aturan, tapi juga soal strategi. 

BACA JUGA:   9 Jenis-jenis Cerpen Lengkap dengan Ciri-ciri dan Contohnya

Kamu bisa mengukur apakah lomba itu cocok buat kamu atau nggak. Plus, ini bisa jadi salah satu kunci sukses kamu buat menang lomba

So, jangan malas ya baca-baca hal kecil kayak gini!

Contoh Syarat dan Ketentuan Lomba serta Konsekuensinya? 

2. Cek Tema Lomba 

Nah, selanjutnya, tips kedua buat kamu yang pengen menang lomba cerpen religi itu: cek dulu tema lombanya

Ini penting karena tema lomba itu bisa jadi petunjuk awal buat kamu mulai merancang ceritamu. 

Misal nih, kalau kamu ikutan lomba cerpen religi, biasanya tema-temanya itu berkaitan erat sama agama atau kepercayaan tertentu yang di-highlight oleh panitia.

Pada bulan Ramadan, kamu tentu sudah memperhatikan bahwa ada banyak banget lomba cerpen yang bertema Islami. Sedangkan, pas bulan Desember, tema cerpen Natal sering muncul. 

Tapi, bukan berarti lomba cerpen religi cuma terbatas pada dua tema itu aja, ya. Kadang, ada juga lomba yang mengeksplor agama atau kepercayaan lain, jadi luas banget kesempatannya.

Nah, satu lagi, tema lomba itu bisa spesifik juga. Kadang, ada panitia yang akan mengambil topik dari kajian agama atau isi kitab suci. 

Aku rasa tema spesifik itu lebih gampang buat dikerjain. Kenapa? Karena dia kasih batasan yang jelas buat kreativitasmu. 

Jadi, kamu nggak bakal kebingungan mau ngambil arah cerita yang gimana. Sebaliknya, tema yang umum itu lebih memberikan kamu ruang buat berkreasi sebebas-bebasnya.

Contoh Tema Umum dan Tema Spesifik di Lomba Penulisan Cerpen Religi

Tema UmumTema Spesifik
Kesabaran dan Keteguhan HatiPerjalanan Spiritual di Bulan Ramadan
Kepedulian Terhadap SesamaMakna Sebenarnya Natal bagi Keluarga
Pengampunan dan PenebusanPelajaran dari Kisah Nabi Yusuf
Kesetiaan pada KepercayaanImplementasi Ajaran Bhagavad Gita dalam Kehidupan Modern

Nah, perbedaannya jadi jelas ya! 

Jadi, perhatikan: Sebelum kamu mulai menulis, pastikan kamu udah paham tema lomba yang kamu mau ikuti. 

Dengan begitu, kamu bisa lebih fokus dan punya arah yang jelas pas nulis cerpenmu. Dan siapa tahu, dengan pendekatan yang tepat, cerpenmu bisa jadi juara. 

3. Ide Harus Terasa Unik dan Baru 

Nah, buat kamu yang mau menonjol di tengah-tengah banyaknya peserta lomba cerpen religi, ada satu rahasia penting nih: Ide ceritamu harus terasa unik dan baru. 

Gampang sih ngomongnya tapi, bagaimana sebenarnya cara tepat untuk membuat cerpen religi terasa unik, baru dan autentik?

Tambahkan Pengalaman Pribadi

Pertama, cobalah masukkan pengalaman pribadimu ke dalam cerita. Ini bisa jadi bumbu yang bikin ceritamu beda dari yang lain. 

BACA JUGA:   6 Tema Karangan Cerita Pendek yang Menarik

Misalnya, kalau kamu pernah mengalami momen pencerahan saat beribadah di tempat yang nggak biasa, itu bisa jadi inti cerita yang menarik.

Hindari Klise

Kedua, hindari cerita-cerita yang udah terlalu sering kita dengar. 

Misalnya, kisah tentang menemukan keajaiban di malam ke-27 Ramadan. Cerita ini udah banyak banget. 

Cobalah tambahkan perspektif baru atau plot twist yang belum banyak dijelajahi.

Sesuaikan dengan Audiens

Ketiga, sesuaikan ide ceritamu dengan audiens, dalam hal ini juri. 

Ini bukan berarti kamu harus kehilangan esensi atau keaslian ceritamu, loh. Tapi, pahami apa yang biasanya dicari oleh juri dalam sebuah cerpen religi. 

Apakah mereka suka cerita dengan pesan moral yang kuat? Atau mungkin mereka lebih tertarik pada cara penyampaian cerita yang inovatif? 

Dengan mengerti ini, kamu bisa mengarahkan ide ceritamu agar lebih menarik bagi mereka.

Ingat, meskipun lombanya banyak, tapi ide yang unik dan autentik itu langka. Jadi, yuk, gali lebih dalam lagi pengalaman dan imajinasimu agar bisa menang lomba penulisan cerpen religi. 

4. Kenali Juri Lomba 

Nah, ini dia salah satu rahasia besar buat kamu yang mau menang di lomba cerpen religi: Kenali juri lombanya

Yap, serius loh, ini bisa jadi game changer! Kadang-kadang, panitia lomba ngasih tahu siapa aja juri-jurinya. Nah, ini kesempatan emas buat kamu!

Gimana caranya? Mulai deh jadi detektif. Cari tahu siapa saja juri lomba penulisan yang kamu ikuti, background mereka apa, sampai kebiasaan membaca mereka kayak gimana. 

Misal nih, kalau jurinya adalah penulis yang udah makan asam garam di dunia literasi, berarti mereka udah baca berbagai macam cerita. Buat menarik perhatian mereka, ceritamu harus bener-bener spesial dan unik. 

Nah, ini bisa kamu lakukan dengan menambah sentuhan pengalaman pribadi atau cerita lokal yang mungkin belum pernah mereka dengar sebelumnya. Ini bisa jadi poin plus buat cerpenmu!

Lho, tapi kalau nama jurinya dirahasiakan gimana? Jangan khawatir, ada triknya juga. 

Coba deh cari tahu siapa penyelenggara lombanya. Bisa jadi itu perusahaan, penerbit, atau bahkan lembaga pemerintah. 

Dari sana, kamu bisa sedikit mengintip visi dan misi mereka, apa sih yang mereka cari dari lomba ini, atau mungkin ada preferensi khusus yang mereka punya terhadap tema atau gaya penulisan.

Jadi, intinya: Kenali siapa yang bakal baca dan menilai ceritamu

Dengan menyesuaikan ceritamu untuk memenuhi selera atau harapan mereka, kamu udah satu langkah lebih dekat buat menonjol di antara ratusan atau bahkan ribuan cerpen lain yang ikut lomba. 

Yakin deh, sedikit riset tentang juri atau penyelenggara bisa bantu kamu bikin cerpen yang lebih targeted dan berkesan. Selamat mencoba, ya!

5. Kerjakan Cerita Jauh-jauh Hari 

Cara menulis cerpen religi ini cukup rumit. Kamu harus mulai dari mengulik tema, membuat premis cerita, mengembangkan tokoh, membuat struktur cerita, memilih POV, menulis draft awal cerita dan memolesnya. 

BACA JUGA:   9 Contoh Tema Cerpen yang Populer, Ternyata Beda dengan Pesan Moral

Semua itu nggak mungkin banget bisa kelar dalam semalam. Jadi, kuncinya adalah perencanaan. 

Begitu kamu tahu ada lomba yang kamu mau ikutin, langsung cek deh kapan batas akhir pengumpulannya. 

Dari situ, kamu bisa mulai merencanakan kapan harus mulai menulis, berapa lama waktu yang kamu butuhin buat riset, nulis draft, sampe proses editing.

Estimasi Waktu Proses Penulisan Cerpen Religi untuk Lomba

Proses Menulis Cerpen ReligiEstimasi Waktu
Mengulik Tema5-7 hari
Membuat Premis Cerita2-3 hari
Mengembangkan Tokoh2-3 hari
Membuat Struktur Cerita2-3 hari
Memilih POV1 hari
Menulis Draft Awal Cerita3-5 hari
Memoles Cerita dengan Editing dan Revisi5-7 hari
Cek Terakhir (Finalisasi)1-2 hari
Pengiriman Karya1 hari
Total Waktu Dibutuhkan22-32 hari

Dari tabel di atas, kamu bisa melihat bahwa total waktu yang dibutuhkan untuk menulis sebuah cerpen religi berkisar antara 22 hingga 32 hari. 

Ini menunjukkan bahwa proses menulis cerpen religi membutuhkan waktu, perencanaan, dan dedikasi yang cukup untuk memastikan kualitas cerita yang baik. 

Jadi, alokasikan waktu yang cukup untuk setiap tahapan proses menulis ceritamu.

Dengan begitu, kamu nggak bakal terburu-buru dan bisa lebih teliti dalam ngerjain setiap detail ceritanya. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan kemungkinan menang lomba penulisan cerpen religi.

6. Cek Sekali Lagi Sebelum Mengirim 

Sebelum kamu mengirim cerpen religimu ke lomba, ada satu langkah penting lagi yang nggak boleh kamu lewatkan, yaitu finalisasi

Kamu harus pastikan beberapa hal ini udah oke:

  1. Sesuai Tema Lomba – Pertama-tama, cek lagi deh, ceritamu udah bener-bener nyambung sama tema lomba yang diumumin nggak? Kadang, dalam proses nulis, kita bisa aja nyimpang dari tema awal tanpa sadar.
  2. Validitas Kajian Agama – Ini penting banget, apalagi karena ini cerpen religi. Pastikan semua referensi agama atau kajian agama yang kamu masukin itu valid dan sesuai. Kamu nggak mau kan kena protes karena ada kesalahan informasi?
  3. Teknik Penulisan – Cek lagi, sudahkah kamu menerapkan teknik penulisan yang baik? Misalnya, penggunaan dialog, deskripsi, atau metafora. Ini penting buat menunjukkan skill menulismu.
  4. Format Penulisan – Jangan sampai kalah cuma gara-gara format penulisan kamu salah. Cek lagi ukuran font, margin, spasi, bahkan cara penulisan judul. Semua detail ini kadang jadi penentu kemenangan dalam lomba.

Jadi, ingat ya, sebelum klik tombol submit, luangin waktu buat mengecek semuanya sekali lagi. Hal-hal kecil seperti ini bisa aja jadi kunci kamu menang lomba. Semoga berhasil!

7. Kirim dan Lupakan 

Nah, setelah kamu selesai mengerjakan semua, dari mulai menulis cerpen sampai cek dan ricek terakhir, saatnya kirim cerpen ke panitia lomba. 

Tapi, ingat ya, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum menekan tombol submit:

  1. Cek Email Penyelenggara dengan Teliti – Pastikan kamu mengirim ke alamat email yang benar. Jangan sampai salah kirim gara-gara kelewat atau typo.
  2. Perhatikan Pengisian Data – Kalau pengiriman karya dilakukan lewat google form atau platform serupa, cek lagi semua data dirimu. Apakah semua sudah diisi dengan benar? Cek nama lengkap, kontak, dan segala macam. Salah sedikit bisa bikin karyamu nggak terproses loh.
  3. Submit Sekali Saja – Ini penting, submit karyamu sekali aja. Kalau kamu submit berkali-kali, bisa jadi sistem atau panitia menganggap itu spam. Nggak mau kan karyamu malah nggak dibaca gara-gara dianggap spam?

Setelah mengirim, lupakan! Yup, kamu sudah melakukan yang terbaik, sekarang waktunya untuk move on ke project selanjutnya. 

Jangan terlalu terobsesi dengan hasil lomba. Ingat, di setiap lomba pasti ada yang menang dan kalah. 

Kalau kamu kalah, anggap aja itu sebagai pelajaran buat berkarya lebih baik lagi di masa depan. Jangan biarkan kekalahan membuatmu berhenti.

Dan kalau kamu menang, jangan lupa untuk bagi kebahagiaanmu. Ceritakan kemenanganmu ke teman-teman atau di media sosial. Siapa tahu, kamu bisa menginspirasi orang lain untuk juga berkarya. 

Intinya, apapun hasilnya, teruslah berkarya, terapkan tips menang lomba penulisan ini dan berkembanglah jadi penulis yang lebih baik lagi. Semangat, ya!

Sejak 2018, Tika Widya sudah menjadi pejuang kata-kata dengan membuka layanan penulisan, membangun komunitas penulis, meraih prestasi nasional - internasional dan mendapatkan sertifikasi profesi dari BNSP. Kini, ia memiliki kelas penulisan sendiri sekaligus mengajar di Tempo Institute. Tika Widya selalu siap menjadi sahabat menulis favorit yang mendampingi siapapun untuk mengejar mimpi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *