4 Langkah Menulis Cerpen untuk Tugas Sekolah
Cerpen

4 Langkah Menulis Cerpen untuk Tugas Sekolah

Menulis cerpen adalah tugas sekolah yang menarik sekaligus menantang. Cerpen adalah sebuah karya sastra yang singkat dan padat, fokus pada satu konflik, dan memiliki jumlah tokoh yang sedikit. 

Nah, pada artikel kali ini, saya akan membahas empat langkah menulis cerpen paling sederhana untuk membuat cerpen. Kamu bisa menggunakan teknik menulis cerpen ini saat diminta membuat cerpen untuk tugas sekolah. 

1. Pilih Tema dan Ide Cerita

Sebelum kamu mulai menulis, tentukan tema cerita. Tema adalah ide utama atau pesan yang ingin kamu sampaikan melalui cerpenmu. Tema bisa berkisar dari persahabatan, cinta, perjuangan, hingga moralitas. Setelah menentukan tema, pikirkan ide cerita yang akan mendukung tema tersebut.

Contoh Tema: Keberanian

Contoh Ide Cerita: Seorang anak muda yang menghadapi rasa takutnya untuk berbicara di depan umum.

2. Buat Outline Cerita

Outline cerita atau kerangka cerita akan membantumu mengorganisir alur cerita. Pertama-tama, tentukan awal, tengah, dan akhir cerita. Pastikan kamu memiliki konflik yang jelas dan resolusi yang memuaskan.

Saya jelaskan sedikit soal apa yang ada di tiap bagian cerpen: 

  • Awal: Di bagian awal cerpen, kamu harus memperkenalkan tokoh dan latar cerita.
  • Tengah: Di bagian tengah, kamu mulai mengembangkan konflik cerita. 
  • Akhir: Yang terakhir, diisi dengan resolusi atau penyelesaian konflik. 

Coba lihat contoh cerpen singkat ini: 

Judul Cerpen: “Langkah Pertama”

Awal (Perkenalan karakter dan setting):
Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang remaja bernama Rian. Rian dikenal sebagai siswa yang cerdas namun sangat pemalu, terutama ketika harus berbicara di depan publik. Suatu hari, gurunya memberi tugas untuk melakukan presentasi di depan kelas. Rian merasa gugup, mengingat rasa takutnya yang besar terhadap panggung.

Tengah (Pengembangan konflik):
Hari presentasi tiba, dan Rian merasa kakinya gemetar. Saat namanya dipanggil, dia berjalan lambat ke depan kelas. Mulutnya terasa kering, dan suaranya hampir tak terdengar. Beberapa teman di kelas mulai berbisik, membuatnya semakin cemas. Di tengah presentasi, dia terhenti, tidak mampu melanjutkan. Merasa malu, Rian berlari keluar kelas.

Akhir (Resolusi dari konflik):
Setelah kejadian itu, Rian mendapat dukungan dari guru dan teman-temannya. Mereka memberikan nasihat dan teknik untuk mengatasi rasa takut berbicara. Rian mulai latihan berbicara di depan cermin dan mengikuti klub debat untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Beberapa bulan kemudian, Rian mencoba lagi. Kali ini, dengan penuh percaya diri, dia berhasil melakukan presentasi tanpa terhenti. Dia belajar bahwa menghadapi ketakutan adalah langkah pertama untuk mengatasinya.

Dalam contoh ini, kita bisa melihat bagaimana cerpen dibangun mulai dari perkenalan karakter dan setting, pengembangan konflik, hingga resolusi. Setiap bagian tentu saja memiliki perannya dalam membangun cerita dan membawa pembaca melalui perjalanan emosional tokoh utama.

BACA JUGA:   9 Jenis-jenis Cerpen Lengkap dengan Ciri-ciri dan Contohnya

3. Kembangkan Tokoh dan Dialog

Dalam cerpen, kamu perlu mengembangkan tokoh yang kuat dan dialog yang efektif. Perhatikan! Tokoh haruslah menarik dan memiliki kedalaman, meski jumlahnya tidak banyak. Dialog harus alami dan membantu dalam mengembangkan karakter serta melanjutkan alur cerita. Dan, jangan lupa, kamu juga harus tahu bagaimana cara penulisan dialog yang benar

Cek contohnya di sini! 

Contoh Karakter: Rian, seorang anak muda yang pemalu.

Contoh Dialog: “Aku takut, tapi aku harus melakukannya,” katanya pada diri sendiri.

4. Revisi dan Edit Ceritamu

Setelah selesai menulis, jangan lupa untuk merevisi dan mengedit ceritamu. Tahapan ini sangat penting untuk memastikan bahwa cerpenmu sudah bagus dan layak dikumpulkan untuk tugas sekolah. 

Apa saja yang harus kamu periksa di tahapan penyuntingan cerpen? 

  • Periksa ejaan dan tata bahasa, sesuaikan dengan PUEBI
  • Periksa kesinambungan cerita.
  • Pastikan tidak ada kata atau kalimat yang tidak perlu.
  • Mintalah teman atau guru untuk membaca dan memberikan masukan.

Menulis cerpen memang susah-susah gampang. Tetapi, kamu tidak perlu membuatnya jadi susah dengan overthinking saat mulai mengerjakannya. Lebih dari itu, kamu seharusnya menggunakan tugas cerpen ini untuk mengeksplorasi ide-ide dan mengasah kemampuan menulismu. Terapkan empat langkah menulis cerpen ini, ya! Semoga sukses dan selamat menulis!

Sejak 2018, Tika Widya sudah menjadi pejuang kata-kata dengan membuka layanan penulisan, membangun komunitas penulis, meraih prestasi nasional - internasional dan mendapatkan sertifikasi profesi dari BNSP. Kini, ia memiliki kelas penulisan sendiri sekaligus mengajar di Tempo Institute. Tika Widya selalu siap menjadi sahabat menulis favorit yang mendampingi siapapun untuk mengejar mimpi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *