Banyak penulis Indonesia mulai berpikir lebih jauh: bagaimana jika tulisan, artikel, paper, portofolio, atau bahkan naskah kreatif mereka bisa dibaca oleh audiens internasional? Pertanyaan ini wajar, terutama ketika akses publikasi digital semakin terbuka.
Namun, satu tantangan besar sering muncul: bahasa Inggris. Dalam praktiknya, menulis dalam bahasa Inggris bukan hanya soal mengganti kata dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Ada struktur kalimat, pilihan istilah, gaya akademik, tone profesional, dan natural flow yang perlu diperhatikan.
Di sinilah terjemahan dan proofreading menjadi penting. Keduanya membantu penulis memastikan bahwa naskah tidak hanya “bisa dimengerti”, tetapi juga terasa rapi, kredibel, dan layak dibaca oleh pembaca global.
Mengapa Terjemahan dan Proofreading Penting untuk Penulis?
Terjemahan dan proofreading memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Terjemahan membantu mengalihkan pesan dari bahasa sumber ke bahasa target. Proofreading memastikan hasil akhir bebas dari kesalahan tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan ketidakwajaran kalimat.
Berdasarkan pengalaman dalam menangani naskah akademik dan profesional, kesalahan yang paling sering muncul bukan hanya grammar. Banyak naskah sebenarnya sudah benar secara dasar, tetapi masih terasa terlalu literal, kaku, atau tidak sesuai dengan gaya pembaca internasional.
Misalnya, kalimat bahasa Indonesia yang panjang sering diterjemahkan apa adanya ke bahasa Inggris. Akibatnya, kalimat menjadi berbelit dan sulit dipahami. Untuk artikel populer, hal ini membuat pembaca cepat kehilangan minat. Untuk paper akademik, masalah ini dapat mengganggu kejelasan argumen.
Terjemahan Saja Belum Selalu Cukup
Banyak penulis mengira bahwa setelah naskah diterjemahkan, pekerjaannya selesai. Padahal, hasil terjemahan masih perlu dibaca ulang dengan sudut pandang pembaca target.
Dalam konteks penulisan internasional, ada beberapa hal yang perlu dicek ulang:
- Apakah istilah yang digunakan sudah tepat?
- Apakah kalimat terdengar natural?
- Apakah gaya bahasanya sesuai untuk artikel, jurnal, blog, atau portofolio?
- Apakah struktur paragraf mudah diikuti?
- Apakah ada kesalahan kecil yang bisa menurunkan kredibilitas?
Di sinilah terjemahan dan proofreading menjadi proses penting sebelum naskah dikirim, dipublikasikan, atau digunakan untuk kebutuhan profesional.
Tantangan Nyata Saat Menulis Naskah Bahasa Inggris
Banyak klien mengalami masalah yang mirip. Mereka sudah memiliki ide yang bagus, data yang kuat, atau cerita yang menarik, tetapi naskah bahasa Inggrisnya belum mampu menyampaikan kualitas tersebut secara maksimal.
Beberapa tantangan yang sering terjadi antara lain:
1. Terlalu Literal
Terjemahan literal membuat tulisan terasa seperti hasil mesin. Maknanya mungkin masih bisa dipahami, tetapi nuansanya kurang hidup.
2. Istilah Tidak Konsisten
Dalam naskah akademik, satu istilah sebaiknya digunakan secara konsisten. Jika satu konsep diterjemahkan dengan beberapa istilah berbeda, pembaca bisa bingung.
3. Grammar Benar, tetapi Tidak Natural
Kalimat bisa saja benar secara tata bahasa, tetapi tetap terdengar tidak alami bagi pembaca internasional.
4. Gaya Tidak Sesuai Tujuan
Artikel blog membutuhkan gaya yang ringan dan engaging. Paper akademik membutuhkan gaya formal dan presisi. Proposal bisnis membutuhkan bahasa yang ringkas dan meyakinkan.
Checklist Sebelum Mengirim Naskah Bahasa Inggris
Sebelum mengirim naskah ke jurnal, editor, klien, kampus, atau platform internasional, gunakan checklist berikut:
- Pastikan pesan utama tidak berubah setelah diterjemahkan.
- Cek konsistensi istilah penting.
- Hindari kalimat terlalu panjang.
- Gunakan tone sesuai tujuan naskah.
- Periksa grammar, punctuation, dan spelling.
- Pastikan abstrak, judul, heading, dan kesimpulan terbaca jelas.
- Gunakan bantuan profesional jika naskah berisiko tinggi.
Untuk naskah akademik, artikel ilmiah, atau dokumen publikasi, layanan penerjemah dan proofreading akademik dapat membantu memastikan tulisan lebih rapi, natural, dan siap dibaca audiens internasional. Untuk mendapatkan 2 layanan jadi satu Anda bisa mengunjungi website resmi mediamaztranslation.com, yang sudah 20+ tahun lebih membantu dalam penerjemahan dan akurasi tulisan.
Terjemahan dan Proofreading untuk SEO Multibahasa
Bagi blogger dan content writer, terjemahan dan proofreading juga penting untuk SEO. Artikel bahasa Inggris tidak cukup hanya diterjemahkan dari artikel Indonesia. Keyword, gaya pencarian, dan kebiasaan pembaca bisa berbeda.
Misalnya, kata kunci yang populer di Indonesia belum tentu dicari dengan pola yang sama dalam bahasa Inggris. Karena itu, artikel multibahasa perlu dilokalkan, bukan sekadar diterjemahkan. Proofreading membantu memastikan artikel tetap enak dibaca, sementara optimasi SEO membantu artikel lebih mudah ditemukan.
Kesimpulan
Menjadi penulis yang menjangkau pembaca internasional bukan hanya soal berani menerjemahkan karya ke bahasa Inggris. Penulis juga perlu memastikan bahwa pesan, gaya, istilah, dan struktur tulisan tetap kuat setelah dialihkan ke bahasa lain.
Terjemahan dan proofreading membantu naskah terlihat lebih profesional, kredibel, dan siap bersaing di ruang global. Jika naskah digunakan untuk tujuan penting, proses ini bukan tambahan kecil, tetapi bagian dari strategi kualitas tulisan. (ADV)

