Sebagai seseorang yang sangat menjaga kebersihan rumah, penemuan koloni rayap di kediaman saya benar-benar menjadi mimpi buruk yang tidak pernah disangka.
Semuanya bermula dari hal yang tampaknya sangat sepele.
Suatu pagi, saat sedang membersihkan area dapur, saya menemukan serbuk kayu halus berwarna kecokelatan di lantai, tepat di bawah kitchen set favorit saya. Awalnya, saya pikir itu hanya debu biasa atau kotoran yang terbawa dari luar. Saya sapu, lalu saya lupakan. Namun, anehnya, keesokan harinya serbuk itu muncul lagi di titik yang persis sama.
Rasa penasaran bercampur curiga mulai muncul. Saya mencoba mengetuk-ngetuk bagian bawah lemari kitchen set yang terbuat dari kayu olahan tersebut. Alangkah terkejutnya saya ketika mendengar suara nyaring yang kopong.
Ketika saya menekan bagian ujungnya sedikit lebih keras, kayunya langsung hancur dan berlubang!
Di balik lapisan luar yang tampak mulus dan baik-baik saja, ternyata bagian dalamnya sudah habis dimakan koloni rayap. Ratusan, atau mungkin ribuan serangga putih kecil itu terlihat merayap di sana.
Mencoba Berbagai Cara Mandiri (DIY) yang Berujung Sia-sia
Panik adalah reaksi pertama saya. Sebagai orang awam, hal pertama yang saya lakukan adalah berlari ke minimarket terdekat dan memborong berbagai macam semprotan anti serangga. Sesampainya di rumah, saya semprotkan cairan itu ke sarang rayap secara membabi buta. Memang, banyak rayap yang mati saat itu juga. Saya pikir, “Ah, gampang ternyata mengatasinya.”
Namun, tebakan saya meleset jauh. Dua hari kemudian, serbuk kayu kembali muncul, kali ini jalurnya berpindah ke kusen pintu kamar mandi dan menjalar naik menuju plafon rumah.
Saya mulai mencoba berbagai mitos dan tips dari internet; mulai dari menyiramnya dengan oli bekas, solar, hingga menaburkan kapur barus yang dihaluskan. Hasilnya? Bau rumah saya jadi sangat tidak karuan, membuat pusing seluruh anggota keluarga, sementara rayapnya tetap saja hidup dan berkoloni dengan riang gembira.
Dari situ saya mulai mencari literatur yang lebih serius. Ternyata, menyemprot rayap pekerja yang terlihat di permukaan tidak akan menyelesaikan masalah. Selama ratu rayap yang berada di bawah tanah (atau di pusat sarang) masih hidup dan terus bertelur, koloni mereka tidak akan pernah habis.
Lebih mengerikan lagi, rayap tanah bisa menembus celah beton sekecil apa pun untuk naik ke atas rumah dan mencari sumber makanan berupa selulosa (kayu, kertas, gypsum). Membiarkan mereka sama saja dengan menunggu atap rumah rubuh suatu hari nanti.
Fumida: Bantuan Profesional yang Tepat
Sadar bahwa masalah ini sudah di luar kapasitas saya, saya memutuskan untuk mencari bantuan profesional. Saya mulai bertanya kepada tetangga, teman kantor, dan membaca berbagai ulasan di forum-forum internet.
Memilih jasa pembasmi hama ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak oknum yang menawarkan harga sangat murah, tapi kerjanya asal-asalan dan tidak memberikan garansi. Saya tidak mau mengambil risiko membuang uang untuk hal yang tidak pasti.
Setelah membandingkan kredibilitas, testimoni, dan metode pengerjaan dari beberapa vendor, pilihan saya akhirnya mengerucut pada Fumida. Ada beberapa hal yang membuat saya yakin.
Pertama, mereka adalah perusahaan resmi yang terdaftar dan memiliki sertifikat. Kedua, customer service-nya sangat responsif ketika saya hubungi untuk berkonsultasi. Dan yang ketiga, mereka menawarkan layanan survei gratis ke rumah sebelum kita memutuskan untuk mengambil layanan mereka.
Awalnya saya sempat ragu karena takut biayanya akan menguras tabungan. Namun, setelah mendapatkan penjelasan detail dari tim surveyor mereka yang datang ke rumah, serta melihat transparansi harga jasa anti rayap yang ditawarkan, saya sadar bahwa ini adalah investasi yang sangat masuk akal.
Proses Pengerjaan yang Bikin Tenang
Hari pengerjaan pun tiba. Tim teknisi Fumida datang tepat waktu dengan seragam lengkap dan Alat Pelindung Diri (APD) yang stkamur. Mereka terlihat sangat profesional dan menguasai apa yang mereka kerjakan. Tidak ada kesan asal semprot seperti yang saya lakukan sebelumnya.
Metode yang mereka gunakan sangat komprehensif. Pertama, mereka melakukan pengeboran (drilling) di sekeliling pondasi rumah dengan jarak tertentu, lalu menyuntikkan cairan termitisida (anti rayap) ke dalam tanah.
Tujuannya adalah untuk memutus jalur rayap dari bawah tanah dan membunuh koloni yang ada di bawah sana. Setelah itu, lubang bor ditutup kembali dengan sangat rapi hingga nyaris tidak terlihat bekasnya.
Selain perlindungan dari bawah, mereka juga melakukan penyemprotan (spraying) pada area-area kayu, plafon, dan titik-titik yang sudah terserang di dalam rumah.
Satu hal yang membuat saya lega, bahan kimia yang mereka gunakan ternyata ramah lingkungan, tidak berbau menyengat, dan aman bagi manusia serta hewan peliharaan setelah mengering. Saya sekeluarga tidak perlu repot-repot mengungsi atau pindah rumah selama berhari-hari.
Tidur Nyenyak Tanpa Bayang-bayang Kerusakan
Sekarang, sudah lebih dari delapan bulan berlalu sejak treatment anti rayap tersebut dilakukan di rumah saya. Hasilnya? Luar biasa. Tidak ada lagi serbuk kayu misterius di lantai, tidak ada lagi jejak lorong tanah di dinding, dan kitchen set baru saya aman sentosa. Rumah kembali terasa bersih dan sehat.
Yang paling membuat saya merasa aman adalah adanya garansi resmi yang mereka berikan selama 3 hingga 5 tahun (tergantung jenis layanan yang diambil). Jika selama masa garansi rayap muncul kembali, mereka akan datang dan melakukan treatment ulang tanpa dikenakan biaya tambahan sepeser pun. Mereka juga melakukan supervisi berkala setiap tahunnya untuk memastikan rumah kita benar-benar aman dari serangan susulan.
Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bagi saya: jangan pernah meremehkan rayap. Jika kamu melihat tkamu-tkamu sekecil apa pun—seperti serbuk kayu, cat dinding yang menggelembung, atau kayu yang terdengar kopong—jangan membuang waktu dengan mencoba metode DIY yang tidak terbukti. Rayap bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu tanpa henti memakan struktur rumah kamu.
Bagi kamu yang saat ini mungkin sedang mengalami mimpi buruk yang sama, saran saya dari hati yang paling dalam: segera serahkan pada ahlinya. Menyelamatkan aset terbesar kita (rumah) adalah prioritas utama.(ADV)

Tinggalkan Balasan