Pertanyaan tentang Menulis yang Sering Diajukan
Pertanyaan tentang Menulis yang Sering Diajukan

Menulis merupakan kegiatan yang menarik minat banyak orang. Oleh karena itu, mereka yang ingin memulai kebiasaan menulis terkadang memiliki pertanyaan tentang menulis yang umum diajukan. Berikut adalah daftar pertanyaan tentang menulis bahasa Indonesia serta jawabannya untuk meningkatkan wawasan serta pemahanmu. 

Mengapa perlu menulis?

Seseorang yang memiliki motivasi menulis yang kuat biasanya juga mengetahui dengan pasti alasan mengapa ia menulis. Artinya, pertanyaan mengapa kamu perlu menulis perlu kamu tanyakan pada diri sendiri. Kemudian, temukanlah jawaban atau alasanmu sendiri sebagai sesuatu yang akan terus mendorongmu untuk menulis ke depannya.  

Untuk apa dan siapa?

Jawaban dari pertanyaan untuk apa bergantung pada tujuanmu menulis. Jadi, dalam hal ini pun hanya kamu yang bisa menjawabnya dengan cara melihat keperluanmu menulis. 

Misalnya, kamu bisa mencari tahu apakah kamu menulis untuk keperluan nonfiksi atau fiksi? Setelah itu, coba cari tahu lebih dalam lagi, dari segi genre tulisan, bentuk, dan lain sebagainya. Jika mengetahui untuk apa adalah pertanyaan untuk penulis buku, maka jawaban mereka akan berkutat pada tipe buku apa yang akan mereka tulis. 

Bagaimana caranya agar bisa menjiwai tulisan sendiri?

Bagaimana cara menjiwai tulisan sendiri adalah salah satu pertanyaan tentang kemampuan menulis yang sering diajukan. Kamu bisa mencoba menjiwai tulisan salah satunya dengan menguasai tema yang akan kamu tulis. Pemahaman yang utuh akan mengantarkanmu pada kelancaran saat proses menulis. 

Contoh lainnya, jika kamu adalah seorang konten kreator yang membutuhkan inspirasi menulis sebuah materi, maka pelajari terlebih dahulu materi tersebut secara utuh. 

BACA JUGA:   7 Tips Bikin Workshop yang Sukses dan Memorable

Bagaimana jika tidak ada yang menyukai tulisan yang kamu buat?

Kamu mungkin terkadang khawatir jika tidak ada yang menyukai tulisanmu nantinya. Namun, cobalah untuk mengingat kembali jawaban dari tujuanmu menulis. Jika kamu bekerja untuk klien yang ternyata tidak menyukai tulisanmu, maka kamu wajib merevisinya selama perbaikan tersebut tetap sesuai dengan kriteria permintaan di awal. 

Akan tetapi, jika kamu menulis untuk keperluan kreatif dan ternyata target pembacamu tidak menyukai karyamu, maka kamu bisa memilih untuk terus lanjut atau mencoba untuk memperdalam kemampuan dan mengasah diri lebih jauh lagi.Beberapa pertanyaan tentang menulis di atas mungkin pernah terlintas di pikiranmu. Jika penjelasan di atas sudah cukup menjawab, maka jangan ragu untuk mulai atau melanjutkan tulisanmu.

By Tika Widya

Tika Widya C.DMP adalah seorang penulis yang sudah menekuni industri kreatif secara profesional sejak tahun 2018. Ia telah menjadi content writer, copywriter dan creative writer pada lebih dari 914+ proyek penulisan skala nasional dan internasional. Pada tahun 2024, ia berhasil menjadi satu-satunya penulis Indonesia yang masuk daftar Emerging Writer Australia-Asia. Kini, Tika Widya mengajar menulis lewat Tikawidya.com, Tempo Institute dan Kelas Bersama. Ia juga membentuk Komunitas Belajar Nulis yang aktif mengawal 1800+ penulis dari seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan menyemarakkan industri literasi nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *